Wanita Ini menjadi tersangka setelah membela diri dari tindak pemerkosaan, Komnas Perempuan meminta polisi bersikap adil dalam proses hukum

Suratkabarindo – Seorang perempuan muda berinisial MS (15) asal Kecamatan Kualin, Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS), Nusa Tenggara Timur, menjadi tersangka setelah membunuh seorang pria berinisial NB (48).

Dalam pengakuannya, MS membunuh NB karena dipaksa berhubungan seks sambil mencari kayu bakar. Menanggapi kasus tersebut, Komisioner Komnas Perempuan Tiasri Wiandani meminta polisi bersikap fair dengan mengedepankan perspektif perlindungan anak dan perlindungan perempuan dalam proses penyidikan.

Tia menjelaskan, polisi harus menaati ketentuan Pasal 49 ayat (1) dan (2) KUHP. “Polisi dalam proses hukum juga harus melihat kasus ini dari perspektif perlindungan perempuan karena ada ancaman pemerkosaan,” jelas Tia saat dihubungi Kompas.com, Jumat (19/2/2021).

Pada ayat (1) pasal itu tertulis bahwa “Tidak menghukum, barang siapa melakukan tindakan pembelaan paksa untuk dirinya sendiri atau untuk orang lain, kehormatan moral atau harta benda dirinya atau orang lain, karena serangan atau ancaman penyerangan yang sangat dekat. pada saat itu siapa yang melawan hukum. ”

Sedangkan pada ayat berikutnya ada tertulis bahwa “Pertahanan paksa yang melebihi batas, yang secara langsung disebabkan oleh guncangan jiwa yang hebat akibat serangan atau ancaman penyerangan, tidak dihukum”.

Tia mengungkapkan, perempuan sangat rentan terhadap kasus pidana saat melakukan pembelaan diri karena cara pandang melindungi perempuan dalam proses hukum masih sangat lemah. Menurutnya, saat ini aparat penegak hukum harus memberikan keadilan terhadap proses hukum yang melibatkan perempuan korban.

“Akses keadilan dan proses hukum yang adil sangat penting untuk dijadikan dasar dalam memproses kasus perempuan korban kekerasan atau korban ancaman kemarahan. Ancaman pemerkosaan merupakan salah satu bentuk ancaman kekerasan,” pungkas Tia.

Sebagai informasi, saat ini MS dipercayakan pada Direktorat Rehabilitasi Sosial Kupang, Nusa Tenggara Timur. Kapolres TTS AKBP Andre Librian mengatakan bahwa MS dikenai pasal 340 sub 338 sub 35 (3) KUHP. togel online

Adapun Pasal 340 KUHP tentang pembunuhan berencana berbunyi: Barangsiapa dengan sengaja dan sengaja merampas nyawa orang lain, diancam dengan pidana mati atau penjara seumur hidup atau untuk jangka waktu tertentu, paling lama 20 tahun.

Sementara itu, Pasal 338 KUHP berbunyi: Barangsiapa dengan sengaja merampas nyawa orang lain diancam dengan pembunuhan, pidana penjara paling lama lima belas tahun. Dan Pasal 351 KUHP ayat 3 berbunyi: Penganiayaan yang mengakibatkan kematian, diancam dengan pidana penjara paling lama tujuh tahun.

By adminskit

suratkabarindo merupakan berita akurat , tajam dan terpercaya di indonesia

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *