Umum Myanmar Tunduk pada Sanksi Inggris dan Kanada, Termasuk Menteri

Suratkabarindo – Inggris dan Kanada pada Kamis (18/2/2021) menjatuhkan sanksi kepada para jenderal Myanmar atas pelanggaran HAM akibat kudeta militer. Kementerian Luar Negeri Inggris mengatakan telah menjatuhkan sanksi kepada tiga pejabat junta, termasuk Menteri Pertahanan dan Menteri Dalam Negeri.

Secara rinci, sanksi Inggris ditujukan kepada Menteri Pertahanan Jenderal Mya Tun Oo, Menteri Dalam Negeri Letnan Jenderal Soe Htut, dan Wakil Menteri Dalam Negeri Letjen Than Hlaing.

Inggris juga mulai meninjau keputusan untuk mengakhiri bisnis “Negara Ratu Elizabeth” dengan rezim militer. Sanksi yang diberlakukan adalah melarang para jenderal bepergian ke Inggris dan membekukan aset apa pun yang mungkin mereka miliki di Inggris.

“Inggris mengutuk kudeta militer dan penahanan sewenang-wenang terhadap Aung San Suu Kyi dan tokoh politik lainnya,” kata Menteri Luar Negeri Inggris Dominic Raab.

“Kami, bersama dengan sekutu internasional kami, akan meminta pertanggungjawaban militer Myanmar atas pelanggaran hak asasi manusia mereka dan mengejar keadilan bagi rakyat Myanmar,” tambahnya.

Namun, kelompok aktivis Kampanye Burma Inggris mengatakan sanksi itu sebenarnya terbatas pada pembatasan perjalanan. “Para pemimpin militer ini tidak akan memiliki aset di Inggris untuk dibekukan, jadi pada praktiknya jenis sanksi ini adalah mereka tidak dapat berlibur di Inggris,” kata direktur kelompok tersebut, Mark Farmaner.

Sebelumnya, Amerika Serikat (AS) telah menjatuhkan sanksi kepada pejabat tinggi Myanmar menyusul kudeta militer 1 Februari. Kemudian Menteri Luar Negeri Kanada Marc Garneau mengumumkan daftar sanksi lagi, yakni 9 pejabat Myanmar. togel online

“Sanksi yang diumumkan hari ini merupakan bagian dari tanggapan bersama untuk mengirimkan pesan yang jelas bahwa Kanada tidak akan menerima tindakan militer Myanmar dan sama sekali mengabaikan kemauan demokratis dan hak-hak rakyat Myanmar,” katanya.

Kudeta Myanmar mengakhiri satu dekade pemerintahan sipil di negara itu, setelah Aun San Suu Kyi ditangkap bersama dengan para pemimpin lainnya. Para jenderal di balik kudeta militer Myanmar menuduh bahwa penipuan memenangkan Liga Nasional untuk Demokrasi (NLD) dengan telak dalam pemilihan.

By adminskit

suratkabarindo merupakan berita akurat , tajam dan terpercaya di indonesia

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *