Turki Berkeras Membeli Sistem Rudal S-400: Keputusan Tidak Dibuat Dalam Semalam

Suratkabarindo – Pemerintah Turki menegaskan mereka tidak akan meninggalkan sistem rudal S-400 yang dibeli dari Rusia. Melalui juru bicara kepresidenan, Ankara berharap bisa menyelesaikan masalah ini dengan AS di tengah ancaman sanksi ekonomi.

“Turki tidak akan melepaskan sistem S-400,” kata Ibrahim Kalin dalam wawancara dengan TRT Haber yang disiarkan, Kamis (11/2/2021).

“Keputusan (untuk membeli) S-400 tidak dibuat dalam semalam,” lanjutnya, seraya mengatakan bahwa dia telah melakukan kontak dengan Penasihat Keamanan AS Jake Sullivan.

Dilaporkan oleh Russian Today, Kalin mengatakan dia telah menelepon Sullivan dalam seminggu terakhir, dan keduanya akan berhubungan lagi dalam beberapa hari ke depan. Washington telah berulang kali bersikeras bahwa sistem rudal S-400 tidak sesuai dengan NATO, yang dituduh Turki melanggar komitmen aliansi.

Sebagai tanggapan, AS membekukan partisipasi Ankara dan pembelian jet tempur generasi kelima, F-35. Pada bulan Desember, pemerintahan Presiden Donald Trump mengancam akan menghukum Turki karena menolak membatalkan pembelian.

Pemerintahan Trump telah memberi sanksi kepada Industri Pertahanan Negara (SSB) karena menandatangani kontrak dengan Moskow.

Meski melakukan sejumlah perubahan, Joe Biden yang menggantikan Trump menyiratkan sikapnya terhadap S-400 masih sama dengan pendahulunya.

Kalin menjelaskan, ketegangan antara kedua negara dapat diredam dengan solusi yang ditawarkan oleh Ankara, dengan pertemuan Biden dan Presiden Recep Tayyip Erdogan sudah dekat. Pada Selasa (9/2/2021), Menteri Pertahanan Hulusi Akar menawarkan untuk mengaktifkan S-400 hanya sebagian. togel online

“Kami tidak perlu menggunakannya secara teratur,” katanya kepada Hurriyet. Kalin pun membantah pernyataan Akar. Dia kemudian mengklarifikasi bahwa pernyataan pembela telah disalahpahami.

Namun, dia tidak menjelaskan apa yang sebenarnya dia maksud. Kalin melanjutkan, mendapatkan solusi soal sistem misil membutuhkan waktu. Namun, dia menyoroti kesiapan Washington untuk mengadakan diskusi tentang bukti bahwa “mereka masih peduli dengan Turki”.

By adminskit

suratkabarindo merupakan berita akurat , tajam dan terpercaya di indonesia

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *