Tingginya angka kematian menjadi alasan BPOM mengizinkan para lansia untuk disuntik dengan vaksin Sinovac

Suratkabarindo – Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) mengizinkan para lansia (di atas 60 tahun) untuk menerima vaksin Covid-19 yang dibuat oleh Sinovac.

Langkah ini diambil karena tingginya angka kematian akibat Covid-19 pada lansia di Indonesia, yakni sekitar 47,3 persen, menurut data dari Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (KPCPEN).

“Tentunya sangat penting bagi pemerintah untuk menentukan ketentuan penggunaan vaksin yang ada, dimana sekarang CoronaVac (Sinovac) menjadi prioritas untuk juga diberikan kepada lansia,” kata Kepala BPOM Penny Kusumastuti. Lukito dalam jumpa pers, Minggu (7/2/2021).

Selain itu, hasil positif uji klinis vaksin Sinovac yang berlangsung di China dan Brazil juga menjadi alasan BPOM mengeluarkan vaksin untuk kelompok lanjut usia.

Pada uji klinis fase 1 dan fase 2 dengan 400 subjek lansia di China, terbukti bahwa vaksin Sinovac meningkatkan imunogenisitas atau tingkat antibodi sebesar 97,98 persen setelah 28 hari pemberian dosis vaksin.

Sedangkan uji klinis fase 3 di Brazil yang juga menggunakan 600 subjek lansia menunjukkan bahwa pemberian dosis vaksin kepada seseorang yang berusia di atas 60 tahun aman. togel online

“Tidak ada efek samping yang fatal, atau efek samping serius tingkat ketiga dilaporkan,” kata Penny. Setelah menganalisis temuan tersebut, BPOM kemudian memutuskan untuk mengeluarkan izin penggunaan darurat vaksin Sinovac bagi lansia di Indonesia.

Penerbitan izin ini juga diharapkan dapat menurunkan angka kematian pada lansia di Indonesia. “Diharapkan kejadian infeksi dan kematian manusia akibat infeksi Covid-19 bisa berkurang,” tambah Penny.

By adminskit

suratkabarindo merupakan berita akurat , tajam dan terpercaya di indonesia

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *