TII Angap Tangkap 2 Menteri yang Terjerat Kasus Korupsi Belum Pasti Mendongkrak Indeks Persepsi Korupsi Indonesia

Suratkabarindo – Transparency International Indonesia (TII) menilai penuntutan dua menteri Kabinet Indonesia Maju yang terjerat kasus dugaan korupsi dan suap pada akhir tahun 2020, belum bisa dipastikan mendongkrak skor Indeks Persepsi Korupsi (IPK) Indonesia.

Hal itu menanggapi pernyataan Menteri Koordinator Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam) Mahfud MD yang menilai nilai IPK sebagai persepsi dan bukan fakta.

Salah satu alasan Mahfud karena dia ingat dua menteri ditetapkan sebagai tersangka oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) setelah data IPK selesai.

“Karena kedua menteri sudah mengambil kasus atau OTT untuk membicarakan kasus per kasus, maka kita bicarakan perbaikan yang terlihat pada tahun lalu,” kata Manajer Riset TII Wawan Suyatmiko dalam diskusi online, Rabu (10/2). / 2021).

Kedua menteri yang dimaksud adalah mantan Menteri Kelautan dan Perikanan Edhy Prabowo dan mantan Menteri Sosial Julari P Batubara. Menurut Wawan, seluruh proses penegakan hukum turut menentukan skor IPK.

Ia lantas menyebut maraknya sanksi diskon yang diberikan Mahkamah Agung (MA) di tingkat peninjauan kembali bagi koruptor.

“Di satu sisi kami sudah tangkap dengan ketat, antusias menangkapnya, tapi nanti di ujung hilir akan ada diskon. Belum lagi soal bagaimana pengelolaan lapas kita masih banyak lubang,” katanya. dia berkata.

Wawan pun menilai skor IPK menunjukkan kondisi yang mendekati kenyataan. Pasalnya, skor IPK Indonesia diukur berdasarkan sembilan sumber data.

Rinciannya, PRS International County Risk Guide, IMD World Competitiveness Yearbook, Global Insight Country Risk Ratings, PERC Asia Risk Guide, dan Varieties of Democracy Project. togel online

Kemudian, World Economic Forum EOS, Bertelsmann Foundation Transform Index, Economist Intelligence Unit Country Ratings, dan World Justice Project-Rule of Law Index. “Kalau sudah mulai triangulasi hingga sembilan sumber data jadi komprehensif, sekarang ini sebenarnya persepsi yang lebih mendekati fakta, meski belum bisa dikatakan fakta,” kata Wawan.

Kabarnya, dalam laporan yang dirilis TII, skor IPK Indonesia 2020 berada di peringkat 37 dari skala 0-100. Skor 0 sangat korup dan skor 100 sangat bersih. Penurunan IPK tersebut menyebabkan posisi Indonesia merosot ke peringkat 102 dari 180 negara yang dinilai untuk IPK-nya. Sebelumnya, Indonesia berada di posisi 85 pada 2019.

By adminskit

suratkabarindo merupakan berita akurat , tajam dan terpercaya di indonesia

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *