Terkait isu pemotongan insentif bagi tenaga kesehatan, Satgas Covid-19: Masih Bahas Menkes dan Menkeu

Suratkabarindo – Juru Bicara Satgas Covid-19 Wiku Adisasmito mengatakan besaran insentif bagi tenaga kesehatan masih dibahas menteri terkait.

Hal tersebut disampaikan Wiku menanggapi isu pemotongan insentif bagi tenaga kesehatan pada tahun 2021. “Terkait pengurangan insentif bagi tenaga kesehatan, hal ini masih dibahas oleh Menkes dan Menkeu,” kata Wiku dalam siaran pers di Sekretariat Kepresidenan YouTube, Kamis (4/2 / 2021).

Diakui Wiku, pemerintah memahami aspirasi petugas kesehatan yang selama ini berjuang memberikan layanan terbaik bagi pasien Covid-19. Oleh karena itu, para menteri akan mengambil keputusan terbaik terkait hal ini, namun juga sesuai dengan anggaran yang ada.

Keputusan yang akan diambil nanti tentunya yang terbaik mengingat aspirasi tenaga kesehatan dan juga anggaran yang tersedia, ujarnya.

Terkait pencairan insentif bagi tenaga kesehatan pada 2020 dan awal 2021, kata Wiku, Kementerian Kesehatan terus berkoordinasi dengan pemerintah daerah untuk memastikan penyalurannya baik dan tepat waktu.

Wiku juga meminta kepada fasilitas pelayanan kesehatan agar segera memenuhi persyaratan administrasi yang dibutuhkan dalam pemberian insentif bagi tenaga kesehatan. “Agar dana insentif ini bisa diterima tenaga kesehatan,” ujarnya.

Sebelumnya diberitakan, Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menurunkan nilai insentif yang diterima petugas kesehatan tahun ini.

Besaran pemotongan insentif bagi petugas kesehatan bahkan mencapai Rp. 7,5 juta. Nilai insentif bagi tenaga kesehatan ditetapkan berdasarkan Keputusan Menteri Keuangan nomor: S-65 / MK.02 / 2021.

Surat tersebut ditandatangani Menteri Keuangan pada tanggal 1 Februari 2021 menindaklanjuti surat Menteri Kesehatan Nomor KU.01.01 / Menkes / 62/2021 tanggal 21 Januari 2021 tentang Permohonan Penyuluhan Tenaga Kesehatan dan Peserta PPDS ( Program Pendidikan Dokter Spesialis) Penanganan Covid-19. togel online

Namun kabar terbaru dari Kementerian Keuangan menyebutkan bahwa tidak akan ada pengurangan besaran insentif bagi tenaga kesehatan pada tahun 2021.

“Dengan berlakunya UU APBN 2021, besaran insentif dari tenaga kesehatan dan tunjangan kesehatan bagi tenaga kesehatan perlu ditata kembali sesuai mekanisme keuangan negara kita, yang pelaksanaannya sudah ditentukan, kita yakin belum ada perubahan insentif tenaga kesehatan, ”kata Dirjen Anggaran Kementerian Keuangan dalam konferensi pers Askolani, Kamis (4/2/2021).

Askolani menegaskan, pada 2021 nilai insentif untuk tenaga kesehatan akan sama dengan tahun 2020. Artinya besaran insentif untuk dokter spesialis masih Rp. 15 juta, dokter umum / dokter gigi Rp. 10 juta, bidan atau perawat Rp. 7,5 juta, dan tenaga medis lainnya Rp. 5 juta.

 

By adminskit

suratkabarindo merupakan berita akurat , tajam dan terpercaya di indonesia

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *