Tanda Kehormatan Militer Pangeran Harry akan Dicabut oleh Kerajaan Inggris

Suratkabarindo – Kerajaan Inggris, kata Istana Buckingham, akan mencabut tanda kehormatan militer dan istana kerajaan Pangeran Harry.

Keputusan itu diumumkan setelah Harry dan istrinya, Meghan Markle, memberi tahu Ratu Elizabeth II bahwa mereka tidak ingin lagi menjalankan tugas dari Kerajaan Inggris.

Dilansir dari AFP, pengumuman tersebut dilakukan oleh Istana Buckingham pada Jumat (19/2/2021). Duke dan Duchess of Sussex, begitu mereka dikenal secara resmi, mengguncang Kerajaan Inggris pada tahun 2020.

Saat itu, mereka memutuskan untuk meninggalkan kerajaan dan pindah ke Amerika Utara pada Januari 2020. Setelah itu, Harry dan Meghan memulai hidup baru dengan mendirikan beberapa bisnis komersial di Amerika Serikat (AS).

Pasangan itu sekarang tinggal di California, AS. “Duke dan Duchess of Sussex telah mengkonfirmasi kepada Yang Mulia Ratu bahwa mereka tidak akan kembali ke tugas mereka sebagai anggota keluarga Kerajaan,” kata Istana Buckingham dalam sebuah pernyataan.

“Ratu telah mengkonfirmasi secara tertulis bahwa menjauh dari pekerjaan Keluarga Kerajaan tidak mungkin melanjutkan tanggung jawab dan tugas yang datang dengan kehidupan pelayanan publik,” lanjut pernyataan itu.

Istana Buckingham menambahkan bahwa kehormatan militer dan hak istimewa kerajaan untuk Harry dan Meghan akan dicabut. Istana menambahkan, fasilitas tersebut akan diberikan kepada anggota keluarga kerajaan yang menjalankan tugas. togel online

Harry adalah mantan tentara. Dia dianugerahi beberapa penghargaan militer saat bertugas sebagai perwira di angkatan bersenjata Inggris. Meghan juga diberi peran kehormatan setelah dia menikah dengan Harry di resepsi pernikahan di Kastil Windsor pada Mei 2018.

Pasangan, yang sedang mempersiapkan anak kedua, siap untuk diwawancarai tentang kehidupan mereka dengan pembawa acara Oprah Winfrey. Sebelumnya, juru bicara pasangan itu mengatakan pada hari Jumat bahwa Harry dan Meghan tetap berkomitmen untuk melayani Inggris dan seluruh dunia.

Keduanya menawarkan dukungan berkelanjutan dari organisasi yang mewakili mereka dari peran resmi mereka. “Kita semua bisa hidup dalam pelayanan. Pelayanan itu universal,” tambah juru bicara tersebut, dikutip CNN.

By adminskit

suratkabarindo merupakan berita akurat , tajam dan terpercaya di indonesia

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *