SKB 3 Menteri, Pemerintah Daerah, dan Sekolah Tidak Mungkin Membutuhkan atau Melarang Seragam dengan Atribut Keagamaan

Suratkabarindo – Pemerintah resmi tidak mengizinkan pemerintah daerah (Pemda) dan sekolah negeri mewajibkan atau melarang siswanya mengenakan seragam dengan atribut agama.

Aturan tersebut tertuang dalam Keputusan Bersama Menteri (SKB) 3 tentang Penggunaan Seragam dan Atribut bagi Siswa, Pendidik, dan Tenaga Kependidikan di Lingkungan Sekolah yang Diselenggarakan oleh Pemerintah Daerah pada Tingkat Pendidikan Dasar dan Menengah.

SKB ditandatangani oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nadiem Makarim, Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian, dan Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas. “Pemerintah daerah atau sekolah tidak boleh mewajibkan atau melarang seragam dan atribut dengan kekhususan agama,” kata Nadiem seperti dikutip dari Suratkabarindo.com, Rabu (3/2/2020).

Dalam SKB, pemerintah memperbolehkan siswa dan guru untuk memilih jenis seragam. Artinya guru dan siswa bebas memilih memakai pakaian dan atribut yang memiliki kekhususan agama atau tidak.

Nadiem mengatakan, Perpres 3 memberikan kebebasan kepada guru dan siswa untuk menentukan seragam mana yang akan dikenakan, sesuai ketentuan yang berlaku.

Sedangkan bagi siswa, orang tua diperbolehkan membuat keputusan tentang jenis seragam yang akan dikenakan anak mereka. Nadiem mengatakan, Permenkes 3 hanya berlaku untuk sekolah negeri sehingga tidak mengatur regulasi berpakaian di sekolah swasta.

“Sekolah negeri adalah sekolah yang dijalankan oleh pemerintah untuk seluruh rakyat Indonesia tanpa memandang agama, tanpa memandang suku, dengan keragaman. Artinya semua yang termasuk SKB 3 menteri itu mengatur sekolah negeri, ”kata Nadiem.

Sementara itu, sebelum Menteri SKB 3 muncul, seorang siswi non-muslim di SMKN 2 Padang, Sumatera Barat dipaksa mengenakan jilbab oleh pihak sekolah.

Pihak sekolah menyatakan bahwa ini adalah bekal sekolah yang sudah berdiri sejak lama. Kasus tersebut diketahui setelah video debat antara orang tua siswa dan sekolah menjadi viral di media sosial. togel online

Tak lama setelah video tersebut menjadi viral, pihak sekolah meminta maaf. Pihak sekolah yang diwakili Kepala SMKN 2 Padang Rusmadi meminta maaf atas kesalahan penerapan kebijakan seragam sekolah.

“Saya mohon maaf atas segala kesalahan di bidang kemahasiswaan dan penyuluhan (BK) dalam menerapkan kebijakan seragam di sekolah,” kata Rusmadi dalam jumpa pers di Padang, Jumat (22/1/2021) malam.

Rusmadi mengatakan, masalah tersebut akan diselesaikan secara kolektif dan damai. Kemudian, siswa yang dipanggil karena tidak memakai hijab di sekolah bisa bersekolah seperti biasa. “Ananda, kita bisa kembali ke sekolah seperti biasa,” ucapnya.

 

By adminskit

suratkabarindo merupakan berita akurat , tajam dan terpercaya di indonesia

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *