Saksi Mengatakan, Pendistribusian Paket Bansos Itu Tergantung Permintaan Juliari

Suratkabarindo – Mantan Pelaksana Tugas Direktur Perlindungan Sosial Korban Bencana Sosial (PSKBS) Kementerian Sosial Adi Wahyono mengungkapkan, pembagian kuota paket bantuan sosial (bansos) Covid-19 tergantung permintaan mantan Menteri Sosial Juliari Peter Batubara. .

Hal itu disampaikan Adi saat menjadi saksi terdakwa suap mantan Menteri Sosial Juliari Peter Batubara, Harry Van Sidabukke, dan Ardian Iskandar Maddanatja, di Pengadilan Tipikor di Jakarta, Senin (8/3/2021). “Pembagian kuota 1,9 juta paket seperti yang saya jelaskan di BAP, sesuai permintaan Menteri. Menteri atasan saya, jadi saya ikuti dia,” kata Adi saat sidang, dikutip dari Antara.

Mengacu pada Berita Acara Pemeriksaan (BAP), JPU menanyakan siapa yang menanyakan siapa yang mengalokasikan 550.000 paket bantuan sosial untuk Ivo Wongkar dari PT Anomali Lumbung Artha. Melanjutkan setelah saya dipanggil Sak Sesditjen (M Royani), ”kata Adi. Kemudian, Adi membenarkan ada 500.000 paket bansos bagi Budi Pamungkas sebagai pemilik kuota dari PT Integra Padma Mandiri.

Saat ditanya jaksa tentang 900.000 paket bansos lainnya, Adi mengatakan sebanyak 400.000 paket diberikan kepada terdakwa tim Harry yang disebut satu kelompok dengan Agustri Yogasmara. Dalam dakwaannya, Yogas disebut-sebut sebagai pemilik kuota paket bantuan sembako. Yogas dikenal sebagai pengurus anggota DPR dari Fraksi PDI Perjuangan Ihsan Yunus.

Kemudian 200.000 (paket) atas arahan Menteri Asri Citra dan Bisma Sindo lalu 300 juta untuk lingkungan, “kata Adi. Yang dimaksud dengan community development adalah pembagian jatah kepada sekretaris jenderal, direktur jenderal, dan pejabat lainnya baik di lingkungan Kementerian Sosial maupun kementerian dan lembaga lain. Sebagian dari paket itu dilakukan oleh Ardian, terdakwa Ardian. togel online

Selanjutnya, kejaksaan kembali membenarkan keterangan Adi di BAP. “Setelah tahap 6 selesai dan menuju tahap 7 saya dipanggil Menteri bersama Matheus Joko saat Kukuh Ari Wibowo hadir di kamar. Langsung ada arahan Menteri untuk pembagian kuota,” kata jaksa yang membacakan BAP Adi.

1. 1 juta paket diberikan untuk grup Herman Hery, Ivo Wongkaren, Stefano dan kawan-kawan
2. 400.000 paket kepada Ihsan Yunus, Irman Ikram, Yogas, dan kawan-kawan
3. 300.000 oleh Matheus Joko dikelola untuk kepentingan bina lingkungan
4. 200.000 teman kerabat kolega Juliari Batubara

Saat ditanya oleh jaksa. Adi pun membenarkan pernyataannya. Sebagai informasi, dakwaan dana anggaran bansos Covid-19 di Jabodetabek pada tahun 2020 sebesar Rp 6,84 triliun yang terbagi dalam 12 tahap pembuatan mulai April hingga November 2020. Jumlah tiap tahapan adalah 1,9 juta paket sembako. Tahapannya ada 1,9 juta paket sembako, sehingga total semua taraf 22,8 juta paket.

Sementara itu, Harry dan Ardian menjadi tersangka kasus dugaan suap bantuan sosial penanganan pandemi Covid-19 di wilayah Jabodetabek pada 2020. Dalam kasus ini, Harry didakwa membayar suap Rp 1,28 miliar, sedangkan Ardian didakwa membayar suap Rp 1,28 miliar, sedangkan Ardian didakwa dengan dakwaan suap Rp 1,28 miliar. memberikan Rp 1,95 miliar. Menurut jaksa, uang itu diberikan terkait pengangkatan kedua terdakwa sebagai pemberi bantuan sosial Covid-19 di Kementerian Sosial pada 2020.

By adminskit

suratkabarindo merupakan berita akurat , tajam dan terpercaya di indonesia

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *