Sajian Khas Tahun Baru China,5 Fakta Lontong Cap Go Meh

Suratkabarindo – Lontong Cap Go Meh merupakan salah satu hidangan khas yang selalu ada di penghujung Imlek. Ada banyak fakta di balik kelezatan lontong Cap Go Meh.

Cap Go Meh dirayakan pada hari ke 15 setelah Imlek Award. Aneka kuliner nikmat menghiasi Cap Go Meh Award, seperti lontong Cap Go Meh.

Sajian Khas Tahun Baru China,5 Fakta Lontong Cap Go Meh

Lontong Cap Go Meh sendiri merupakan sajian yang terbentuk berkat perpaduan dua budaya berbeda di Indonesia.

Berikut beberapa fakta lontong Cap Go Meh yang merangkum berbagai sumber.

1. Perpaduan budaya China dan Jawa

Semangkuk kue beras Cap Go Meh hadir dengan kisah perpaduan budaya Tionghoa dan Jawa.

Lontong Cap Go Meh sendiri merupakan hidangan peranakan dari perpaduan budaya Tionghoa dan Jawa. Konon, menu tersebut pertama kali ditemukan di pesisir pantai Pulau Jawa, tepatnya di Semarang pada abad ke-19.

Berbeda dengan di China, kebanyakan orang Tionghoa di Indonesia tinggal di daerah pedesaan. Di sana, mereka berdampingan dengan komunitas adat yang berbeda.

Kondisi visual menciptakan asimilasi kebiasaan antara orang Tionghoa dan pribumi. Ini termasuk masalah budaya yang menyusup ke dalam mangkok spesial sajian lontong Cap Go Meh.

2. Terinspirasi dari ketupat Idulfitri

Dalam wawancara CNNIndonesia.com dengan pengamat budaya Tionghoa, Jongkie Tio, beberapa waktu lalu, ia bercerita bahwa lontong Cap Go Meh di Indonesia menjadi salah satu cara yang dilakukan tradisi kupat tradisional Jawa untuk memeriahkan Idulfitri Award. .

Ketupat sendiri merupakan sajian dari anyaman daun kelapa yang berbentuk kotak berisi nasi. Ketupat biasanya disajikan bersama dengan opor ayam dan pelengkap lainnya. togel online

Melihat kebiasaan tersebut, warga Tiongkok memainkan taman bermain sebagai ide untuk Cap Go Meh Award.

“Mereka juga punya. Ketupat dibuat lonjong dan dipotong membentuk lingkaran melambangkan bulan purnama,” kata Jongkie.

Namun, ada syarat lain yang perlu diketahui Sahih. Porsi harus terdiri dari bubuk kedelai, dicang (kelapa parut dan kedelai kukus), dan abing (kelapa parut yang dimaniskan).

3. Makna lontong Cap Go Meh

Secara total, lontong Cap Go Meh telah menjadi simbol keberuntungan dan kemakmuran bagi masyarakat Tionghoa.

Lontong dibungkus daun pisang dengan bentuk memanjang. Bentuk sapaan memanjang sebagai simbol umur panjang.

Selain itu, telur yang biasanya ada dalam semangkuk lontong juga memiliki arti hoki. Kaldu kuning keemasan juga disebut sebagai warna kemakmuran.

4. Lekat dengan nilai kebersamaan

Lontong Cap Go Meh hadir dengan tujuh jenis lauk yang menyertainya. Kehadiran tujuh jenis lauk ini menggambarkan nilai kebersamaan masyarakat Tionghoa.

Wawancara CNNIndonesia TV dengan dosen Sastra Cina Universitas Indonesia (UI), Agni Magalina beberapa waktu lalu menyebutkan bahwa lontong Cap Go Meh yang merupakan bagian dari menyambut tahun baru Imlek melambangkan nilai kebersamaan.

“Setiap Imlek Award selalu ada makan untuk keluarga besar, dan ada nilai kebersamaan,” kata Agni.

Lontong Cap Go Meh merupakan salah satu bentuk percampuran budaya yang menggambarkan hibriditas masyarakat Tionghoa di Indonesia yang sangat adaptif dengan lingkungan tempat mereka tinggal.

5. Disajikan dalam piring yang terisi penuh

Tidak hanya isiannya yang merepresentasikan makna baik tertentu, penyajian semangkuk lontong Cap Go Meh pun tidak lepas dari makna yang ingin disampaikan.

Setiap orang Tionghoa wajib menyajikan lontong Cap Go Meh dalam mangkuk atau piring hingga terisi penuh. Dengan cara ini, masyarakat Tionghoa memintanya untuk meminta izin kepada rezeki yang. Seperti halnya masyarakat Jawa yang sering mengonsumsi hidangan lebaran dengan piring penuh sebagai wujud syukur atas berkah yang diberikan oleh Tuhan Yang Maha Esa.

By adminskit

suratkabarindo merupakan berita akurat , tajam dan terpercaya di indonesia

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *