Saipul Jamil Serahkan Kasus PK Pemberian Suap kepada Mantan Panitera PN Jakarta Utara

Suratkabarindo – Pedangdut Saipul Jamil mengajukan peninjauan kembali (PK) dalam kasus pemberian suap kepada mantan panitera pengganti Pengadilan Negeri Jakarta Utara, Rohadi. “Yang saya baca dalam petisinya, dia (Saipul) mengatakan ada kekeliruan hakim dalam memutus perkara ini.

Tentu akan kita jawab apa yang disampaikan dalam petisi PK ini,” kata jaksa Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Muhammad Nur. Azis usai sidang pertama permohonan PK di Pengadilan Tipikor Jakarta, Jumat (19/2/2021), dikutip dari Antara.

Dalam kasus ini, Saipul divonis 3 tahun penjara dan denda Rp. 100 juta subsider 3 bulan penjara oleh majelis hakim Pengadilan Tipikor Jakarta, Juli 2017.

Saipul dinyatakan bersalah menyuap Rohadi sejumlah Rp. 250 juta agar majelis hakim Pengadilan Negeri Jakarta Utara mengeluarkan putusan seringan mungkin dalam perkara Saipul perzinaan.

Menurut Azis, pihaknya tidak melihat adanya kesalahan hakim sehingga mereka menerima putusan kasus korupsi sejak awal. Ia pun menilai keputusan Saipul aneh untuk mengajukan PK. “Jadi aneh, bukankah dia (Saipul) menerima tapi malah mengajukan upaya hukum luar biasa yaitu PK.

Kenapa tidak pernah dilakukan upaya hukum biasa (kasasi)? Namun, mengajukan upaya hukum luar biasa? Ini tiba-tiba, ” dia berkata. Azis. Sementara itu, kuasa hukum Saipul, Natalino Manuel Ximenes, mengatakan pihaknya mengajukan PK karena ada keadaan baru dan bukti baru.

Natalino mengatakan ada empat alat bukti atau novum baru yang diajukan di PK. “Kami sesuaikan dengan regulasi. Ada syarat baru dan bukti baru, itulah alasan kami mengajukan PK karena putusan pengadilan berkekuatan hukum tetap, tapi tetap bisa diajukan gugatan PK,” kata Natalino.

Sidang permohonan PK dipimpin oleh Ketua Majelis Hakim Rustiyono didampingi oleh hakim anggota yaitu Joko Soebagyo dan Wadji Pramono. Saipul Jamil sendiri menghadiri persidangan PK melalui fasilitas video conference di Lapas Cipinang. togel online

Sebagai informasi, selain kasus suap, Saipul masih harus menjalani hukuman 5 tahun penjara berdasarkan putusan Pengadilan Tinggi (PT) DKI Jakarta pada Maret 2017, karena terbukti melakukan pencabulan anak.

By adminskit

suratkabarindo merupakan berita akurat , tajam dan terpercaya di indonesia

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *