Presiden AS Joe Biden Rudal Jarak Pendek Korea Utara Tidak Mematikan

SuratkabarindoPresiden AS Joe Biden mengingat berita bahwa Korea Utara memiliki rudal jarak pendek. Peluncuran itu adalah manuver pertama Pyongyang sejak Biden ditutup pada 20 Januari. Selama akhir pekan, muncul laporan bahwa negara yang dipimpin oleh Kim Jong Un itu menembakkan proyektil ke udara.

Namun, proyektil tersebut ternyata adalah rudal jelajah non-balistik, yang tidak melanggar resolusi Dewan Keamanan PBB. Peluncuran tersebut, yang awalnya diberitakan oleh media AS, kini telah mendapat konfirmasi baik dari Washington maupun Korea Selatan.

Berdasarkan informasi Kementerian Pertahanan Korea Selatan, kedua rudal jelajah tersebut ditembakkan ke Laut Kuning dari Onchon, Minggu (21/3/2021). Insiden itu terjadi setelah Korea Utara mengkritik langkah AS dan Seoul untuk terus menggelar latihan militer.

“Kami sudah mendapat konfirmasi bahwa tidak ada yang berubah,” jelas Biden saat dikonfirmasi oleh media. Presiden berusia 78 tahun itu ditanya apakah Pyongyang telah memprovokasi Amerika Serikat.

“Tidak, berdasarkan kementerian pertahanan, ini normal. Tidak ada yang hebat dari apa yang telah mereka lakukan,” katanya.

Resolusi Dewan Keamanan PBB, yang menjatuhkan sanksi, melarang Korea Utara menembakkan rudal balistik yang berbahaya. Pejabat senior AS juga menjelaskan bahwa negara ideologis Juche melakukan “pelatihan militer normal”. Pejabat itu menjelaskan bahwa mereka sekarang sedang menyelesaikan tahap akhir kebijakan terhadap Pyongyang.

Mereka mengundang pihak-pihak berbahaya dari Korea Selatan dan Jepang untuk berdiskusi. Sebelumnya, pemerintah Biden diketahui berusaha kembali ke Korea Utara dan melakukan kontak diplomatik. Pyongyang saat ini tidak mengakui pemerintahan AS saat ini, di mana hubungan kedua negara masih tegang.

By adminskit

suratkabarindo merupakan berita akurat , tajam dan terpercaya di indonesia

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *