Pihak Benyamin-Pilar Minta MK Tolak Permohonan Muhamad-Sara, Sidang Sengketa Pilwalkot Tangsel

Suratkabarindo – Pasangan Calon Walikota dan Wakil Walikota Tangerang Selatan (Tangsel) nomor 3 Benyamin Davnie dan Pilar Saga Ichsan meminta Mahkamah Konstitusi (MK) menolak permohonan sengketa hasil pemilihan walikota Tangsel yang diajukan pasangan calon nomor urut 1 Muhamad dan Rahayu Saraswati Djojohadikusumo.

Permintaan tersebut disampaikan kuasa hukum Benyamin-Pilar, Samsul Huda, saat sidang sengketa Pilkada 2020 di Mahkamah Konstitusi (MK), Jumat (5/2/2021). “(Meminta) untuk mengabulkan eksepsi pihak terkait yang menyatakan permohonan Pemohon tidak bisa diterima,” kata Samsul dalam siaran persidangan online.

Selain itu, Samsul juga meminta kepada Mahkamah Konstitusi agar surat keputusan hasil penghitungan suara dari Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Tangerang Selatan itu benar.

Di sesi yang sama, Benyamin-Pilar membantah telah menggunakan dana Baznas sebagai alat pemenangan Pilkada Tangerang Selatan 2020. “Karena kegiatan Baznas merupakan santunan untuk anak yatim piatu, rangkaian Hari Ulang Tahun Kota Tangerang Selatan yang dihadiri walikota dan juga dihadiri oleh forkompinda,” ungkapnya.

Samsul mengatakan, pemberian Baznas sudah memperhatikan protokol kesehatan pencegahan Covid-19.

Sehingga dilakukan di setiap desa Tangsel, padahal sebelumnya Baznas selalu diberikan di Kantor Walikota. “Lalu yang lebih jelas, penerima santunan ini adalah orang atau anak yang tidak berhak memilih,” ujarnya. Selain itu, Benyamin-Pilar juga menegaskan, kegiatan ini juga didampingi oleh Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu).

“Yang terpenting kegiatan yang diduga oleh pemohon seperti dalilkan ini sebenarnya sudah diperiksa oleh Bawaslu dan tidak ada pelanggaran di sana,” ujarnya.

Samsul, juga menambahkan, permohonan yang diajukan Muhamad-Sara tidak jelas antara petitum dan permohonan pokok. Dia juga membantah adanya mobilisasi aparatur sipil negara (ASN) untuk memenangkan Benyamin-Pilar. togel online

Sebelumnya, pasangan calon nomor urut 1 Muhamad dan Rahayu Saraswati Djojohadikusumo merasa ada pelanggaran yang dilakukan secara terstruktur, sistematis, dan masif (TSM) terkait hasil Pilkada 2020.

Rahayu Saraswati adalah keponakan dari Menteri Pertahanan Prabowo Subianto. Adapun kecurangan yang dimaksud Muhamad-Sara, yakni penyaluran dana Baznas dijadikan sebagai bukti memenangkan pasangan Benyamin Davnie dan Pilar Saga Ichsan.

Kemudian ada pengerahan ASN dalam upaya memenangkan pasangan calon nomor urut 3 yang menjadi incumbent. Selain itu, keterlibatan responden atau penyelenggara terlibat langsung dalam pemenangan pasangan calon nomor urut 3.

By adminskit

suratkabarindo merupakan berita akurat , tajam dan terpercaya di indonesia

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *