Periksa 2 Saksi, KPK Selidiki Izin dan Tetapkan Pemenang Proyek Terkait Dugaan Suap Pembangunan RSUD Cimahi

Suratkabarindo – Penyidik ​​Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memeriksa dua saksi terkait kasus dugaan suap izin pembangunan RS Kasih Bunda yang menyeret nama Wali Kota Cimahi Ajay Muhammad Priatna.

Pelaksana Tugas Juru Bicara KPK Ali Fikri mengatakan, mereka diperiksa terkait dugaan suap perizinan di Kota Cimahi Tahun Anggaran 2018-2020. Ali mengatakan, salah satu saksi yang diperiksa adalah Kepala Bidang Pelayanan Perizinan Pembangunan Cimahi, bernama Enci Kurniadi.

“Yang bersangkutan memiliki ilmunya terkait berbagai permohonan persetujuan izin yang dikeluarkan tersangka AJM (Ajay Muhammad Priatna) di Kota Cimahi,” kata Ali dalam keterangan tertulis, Selasa (16/2/2021).

Selain Enci, kata Ali, KPK juga tengah memeriksa PNS Cimahi atas nama Ars Agustiningsih. Ars, kata Ali, dibenarkan terkait kiprahnya sebagai PPK, yang diduga menentukan pemenang proyek pengadaan di Pemerintah Kota Cimahi atas arahan tersangka Ajay Muhammad Priatna.

Dalam kasus ini, Ajay diduga meminta Rp. 3,2 miliar dari Komisaris Rumah Sakit Umum (RSU) Kasih Bunda Hutama Yonathan (HY) untuk mengurus izin mendirikan bangunan. KPK menduga Ajay sudah menerima uang yang dijanjikan Rp 1,661 miliar. togel online

Atas perbuatannya itu, Ajay sebagai penerima suap diduga melanggar Pasal 12 huruf a atau Pasal 12 huruf b atau Pasal 11 dan atau Pasal 12B UU Pemberantasan Korupsi. Hutama sebagai pemberi suap diduga telah melanggar Pasal 5 ayat (1) huruf a atau Pasal 5 ayat (1) huruf b atau Pasal 13 UU Pemberantasan Korupsi.

By adminskit

suratkabarindo merupakan berita akurat , tajam dan terpercaya di indonesia

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *