Penyebab Miss V Terasa Sakit Saat Bercinta

Suratkabarindo – Tak terkecuali bagi perempuan, hubungan seksual atau bercinta seharusnya menjadi pengalaman yang menyenangkan. Tetapi beberapa perempuan mengaku mengalami rasa sakit saat seks.

“Seks tidak seharusnya menyakitkan, namun seks yang menyakitkan cukup umum,” kata June Gupta, direktur standar medis di Planned Parenthood Federation of America.

Dikutip dari Health, data dari American College of Obstetricians and Gynecologists menyebut sebanyak tiga dari empat perempuan mengalami rasa sakit saat melakukan hubungan seksual.

Perempuan tersebut mengalami dyspareunia atau rasa sakit yang dialami saat melakukan penetrasi yakni masuknya penis ke vagina.

Data tersebut berdasarkan hasil laporan, mungkin akan bertambah bila lebih banyak lagi perempuan melaporkan telah mengalami dyspareunia.

“Seks yang menyakitkan sering tidak dilaporkan karena saya pikir banyak wanita menganggap itu normal atau malu untuk membicarakannya dengan pasangan mereka atau penyedia layanan kesehatan mereka,” kata Jaclyn Bonder, MD, seorang spesialis pengobatan fisik dan rehabilitasi di Weill Cornell Medicine.

Rasa sakit saat seks pada perempuan dibagi ke dalam dua bentuk yaitu, nyeri saat memasukkan dan nyeri pada bagian panggul.

1. Vagina kering

Vagina yang masih kering saat pasangan memasukkan penis atau jari ke dalam vagina adalah penyebab rasa sakit saat seks dialami perempuan.

Kekeringan vagina disebabkan tidak ada atau tidak cukupnya cairan pelumas vagina. Cairan pelumas tersebut baik yang diproduksi alami oleh tubuh perempuan ataupun yang sintetis.

Umumnya, vagina yang kering dialami perempuan karena kurangnya pemanasan atau foreplay saat bercinta. Tetapi bisa juga diakibatkan karena perempuan tersebut mengalami menopause.

“Ketika seseorang mengalami menopause, jaringan vagina menjadi tipis dan sensitif, ukuran labia mereka berkurang, vagina mereka terasa lebih kencang dan kering,” dr. Nicole Bullock seorang OBGYN dari Abilene Physician Group di Texas.

Penyebab yang lain dapat juga dikarenakan penggunaan kontrasepsi yang memengaruhi hormon estrogen pada perempuan. Selain itu, dapat juga dikarenakan sedang masa menyusui.

2. Vaginismus

Vaginismus merupakan kondisi yang menyebabkan otot-otot pada bagian vagina mengencang, terutama ketika seseorang mencoba memasukkan sesuatu, baik penis, mainan seks atau tampon ke dalam vagina.

Kondisi vaginismus muncul dengan berbagai faktor yaitu, pelecehan seksual di masa lalu atau trauma seputar seks seperti rasa takut dan malu. Bahkan bisa juga karena faktor-faktor lainnya.

Untuk mengatasi kondisi vaginismus adalah dengan mendapatkan pertolongan dari dokter. Biasanya, pasien akan disarankan mengikuti terapi fisik dasar panggul.

Kegunaan terapi tersebut adalah untuk membantu perempuan menyadari saat adanya pengencangan otot vagina sehingga perempuan dapat mengetahui cara mengendurkannya.

 

By adminskit

suratkabarindo merupakan berita akurat , tajam dan terpercaya di indonesia

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *