Pengacara Pinangki Banding selama 10 Tahun Penjara

Suratkabarindo – Pengacara Pinangki Sirna Malasari resmi mengajukan banding terhadap hukuman 10 tahun kasus korupsi terkait pengelolaan fatwa di Mahkamah Agung (MA). Selain 10 tahun penjara, Pinangki juga diharuskan membayar denda sebesar Rp. 600 juta, subsider 6 bulan penjara.

“Memang benar saya telah mengajukan kasasi. (Disampaikan) kemarin (Senin, 15/2/2021),” kata kuasa hukum Pinangki, Kresna Hutauruk, saat dihubungi Kompas.com, Selasa (16/2/2021). Jaksa Penuntut Umum (JPU) pun mengajukan banding atas putusan tersebut.

“Dalam kasasi otomatis kami, PU juga akan mengajukan kasasi,” kata Jaksa Pamudji Yanuar Utomo seperti dikutip dari Tribunnews.com, Selasa. Diketahui, hukuman tersebut lebih tinggi dari tuntutan jaksa penuntut umum (JPU) yang meminta Pinangki divonis empat tahun penjara dan denda Rp 500 juta subsider enam bulan kurungan.

Dalam kasus ini, Pinangki dinyatakan bersalah atas tiga tindak pidana sekaligus. Pertama, Pinangki dinyatakan bersalah menerima suap 500.000 dolar AS dari Joko Soegiarto Tjandra alias Djoko Tjandra terkait pengurusan fatwa di MA. togel online

Fatwa tersebut diatur agar Djoko Tjandra bisa kembali ke Indonesia tanpa menjalani hukuman dua tahun penjara atas kasus korupsi pengalihan hak penagihan (cessie) Bank Bali. Kedua, Pinangki terbukti melakukan tindak pidana pencucian uang sebesar US $ 375.229 atau setara dengan Rp. 5,25 miliar.

Akhirnya, Pinangki dinyatakan bersalah karena melakukan konsensus jahat dengan Djoko Tjandra, Andi Irfan Jaya, dan Anita Kolopaking karena menjanjikan US $ 10 juta kepada pejabat di Kejaksaan Agung dan MA untuk mendapatkan fatwa.

By adminskit

suratkabarindo merupakan berita akurat , tajam dan terpercaya di indonesia

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *