Pemimpin Al-Qaeda Ayman al-Zawahiri Diduga Meninggal karena Penyakit Seperti Asma

Suratkabarindo – Pemimpin Al-Qaeda Ayman al-Zawahiri dilaporkan meninggal setelah mengidap penyakit pernapasan yang mirip dengan asma.

Kabar yang disebarkan oleh media Pakistan ini terjadi di tengah rumor hilangnya orang yang menggantikan Osama bin Laden. Sumber keamanan baik di Pakistan dan Afghanistan mengatakan kepada Arab News bahwa al-Zawahiri telah meninggal, diduga menderita asma setelah mengalami “masalah pernapasan yang serius”.

Sejak terakhir menyampaikan pesan peringatan 9/11, kondisi kesehatan Ayman al-Zawahiri memang selalu diragukan. Meski laporan kematiannya selalu dibantah. Sebelum menjadi orang nomor satu di Al-Qaeda, dokter kelahiran Mesir itu adalah wakil Osama bin Laden, dan bangkit ketika meninggal dunia pada 2011.

Salah satu sumber yang mengaku Arab News mengaku sebagai penerjemah kelompok tersebut, di mana ia mengatakan al-Zawahiri meninggal di Afghanistan. “Dia meninggal karena asma karena tidak mendapat pengobatan dengan baik,” kata sumber yang dilansir Daily Mail Jumat (20/11/2020).

Kemudian pejabat Pakistan yang bekerja di perbatasan Afghanistan mengatakan mereka yakin Zawahiri telah meninggal karena sebab alami. Sumber lain, yang fokus pada operasi antiteror, mengatakan dia mendapat informasi bahwa Zawahiri telah meninggal sekitar sebulan.

Sumber itu mengatakan, Zawahiri meninggal pada awal November, saat upacara pemakamannya sudah digelar.

“Yang kami tahu adalah dia mengalami masalah pernapasan dan meninggal di suatu tempat di Afghanistan,” kata pejabat yang tidak disebutkan namanya itu. Baik pakar keamanan maupun pejabat dari negara-negara Barat belum memastikannya.

Namun, Rita Katz dari SITE pekan lalu mengatakan kabar ini sangat mungkin terjadi. “Kebiasaan Al-Qaeda adalah mereka tidak pernah mempublikasikan kematian pemimpin mereka sebelum waktu yang tepat,” kata Katz.

Ini bukan pertama kalinya milisi berusia 69 tahun itu dikabarkan tewas, meski kemudian beritanya terpental dengan muncul dalam video propaganda.

Menurut Barack Mendelsohn, intelijen dari seluruh dunia meyakini bahwa orang nomor satu dalam kelompok yang dikategorikan sebagai teroris oleh AS itu sedang sakit parah.

“Jika (kematiannya) tidak terjadi sekarang, pasti akan segera muncul,” jelas profesor di Haverford College. Tahun lalu, panel PBB mengomentari bagaimana kesehatan Zawahiri yang buruk membuat kelompok tersebut sulit menemukan penggantinya.

Saat ini, dapat dikatakan bahwa Al-Qaeda berada di belakang Islamic State of Iraq and Syria (ISIS) dalam hal pendanaan, propaganda, dan pengalaman terorisme. togel online

Jika kabar kematian Zawahiri benar, maka kelompok itu akan diserang lagi setelah orang nomor dua di sana dibunuh Israel. Abdullah Ahmad Abdullah yang dikenal sebagai Abu Muhammad al-Masri ditembak mati di Teheran, Iran, oleh eksekutor dengan sepeda motor.

Masri adalah tokoh yang memerintahkan pengeboman Kedutaan Besar AS di Tanzania dan Kenya pada 7 Agustus 1998 yang menewaskan total 224 orang.

By adminskit

suratkabarindo merupakan berita akurat , tajam dan terpercaya di indonesia

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *