Partai 'Islam' Pertama di Kirgizstan Memicu Kontroversi

Suratkabarindo – Jurnalis Kyrgyzstan yang menjadi politisi Myktybek Arstanbek mendirikan partai Islam pertama Kyrgyzstan, lapor Radio Free Europe, Selasa (2/2/2021).

Arstanbek menunjukkan bahwa partai politiknya “Noor” (dalam bahasa Arab berarti terang) tidak memiliki agenda keagamaan meskipun ia akan mengadakan diskusi publik untuk memperkenalkan norma-norma Syariah Islam di negara kecil di Asia Tengah itu.

Meski begitu, banyak warga Kirgiz tetap tak percaya karena pernyataan Arstanbek dan agenda partainya tetap fokus pada agama dan perannya di masyarakat.

Arstanbek bahkan telah memicu kontroversi baru-baru ini dengan menyarankan bahwa negara Asia Tengah yang didominasi Muslim itu harus menghapus frase “negara sekuler” dari Konstitusinya.

Pernyataan itu dikritik di media sosial oleh pengguna yang mempertanyakan apakah Arstanbek dan partainya mendukung sistem pemerintahan Islam, tuduhan yang dengan cepat dibantah oleh Arstanbek.

“Tidak ada yang seperti itu, kami tidak menyarankan untuk mengubah nama Kyrgyzstan menjadi ‘negara Islam’,” kata Arstanbek kepada media Kyrgyz.

“Kami baru saja mengusulkan untuk menghapus kata” sekuler “dari konstitusi tetapi itu tidak akan mengubah struktur negara, Kyrgyzstan akan tetap menjadi negara demokratis dan kesatuan.” Arstanbek berpendapat bahwa menyebut Kyrgyzstan sebagai “negara sekuler” dapat mendiskriminasi wanita yang mengenakan jilbab.
“Pelajar perempuan mungkin tidak diizinkan masuk sekolah dengan dalih sekularisme,” kata Arstanbek.

Partai yang mengadopsi nilai-nilai agama

Arstanbek mengumumkan niatnya untuk memulai sebuah partai politik untuk pertama kalinya pada 12 Januari, dua hari setelah pemilihan presiden Kyrgyzstan di mana ia mencalonkan diri sebagai kandidat tetapi gagal dan hanya berada di urutan keempat.

Dalam video Instagram, Arstanbek mengatakan tujuan politiknya termasuk menyebarkan Islam di arena politik dan menarik perhatian banyak orang. togel online

Padahal konstitusi Kyrgyzstan secara tegas melarang pembentukan partai politik berdasarkan agama atau mengejar tujuan politik melalui apapun yang bersifat religius.

Pada 14 Januari, Arstanbek mengadakan konferensi pers di Bishkek untuk mengumumkan bahwa partainya yang baru telah mendaftar. Dia mencoba menjelaskan bahwa partainya berdasarkan prinsip demokrasi.

“Kami tidak mengatakan partai kami berdasarkan agama,” katanya. “Tapi kami pasti akan menjunjung tinggi prinsip-prinsip agama.” Arstanbek mengatakan Noor akan menjadi gerakan politik pertama di Kirgistan yang mengandalkan nilai-nilai “agama dan tradisional”.

By adminskit

suratkabarindo merupakan berita akurat , tajam dan terpercaya di indonesia

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *