Panitera Kasus Saipul Jamil meminta KPK membuka ponselnya

Suratkabarindo – Mantan panitera Pengadilan Negeri Jakarta Utara yang menangani kasus pelecehan seksual penyanyi dangdut Saipul Jamil, Rohadi, meminta penyidik ​​Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) membuka data di ponselnya.

Rohadi mengatakan, data di ponselnya perlu dibuka agar kasus suap yang melibatkan dirinya terkait kasus Saipul Jamil terungkap sejelas mungkin.

“Di ponsel itu ada (keterangan) hakim yang meminta uang dan mengabarkan putusan Saipul Jamil. Biarlah ponsel yang disita KPK itu merek Nokia hitam dan penyelenggara Simpati membuka topeng hakim yang sebenarnya,” kata Rohadi usai diperiksa di KPK. Gedung Merah Putih, Senin (2/9/2019).

Rohadi mengatakan, panggilan telepon seluler itu merekam percakapan dirinya dengan hakim Ifa Sudewi yang memutus kasus pelecehan seksual Saipul Jamil.

Ini termasuk jumlah suap yang mereka sepakati. Artinya kasus Saipul Jamil cerah, tidak hanya berhenti di saya saja tapi ada pelaku lain yang harus dimintai pertanggungjawaban, kata Rohadi. Rohadi divonis 7 tahun penjara oleh Majelis Hakim Pengadilan Tipikor Jakarta. Rohadi dinilai terbukti menerima suap dari kuasa hukum Saipul Jamil. togel online

Hakim menilai Rohadi terbukti meminta uang Rp. 50 juta dari kuasa hukum Saipul Jamil, Berthanatalia, untuk mengatur pengangkatan majelis hakim dalam kasus percabulan yang dituduhkan padanya.

Selain itu, berdasarkan keterangan dan barang bukti saksi, Rohadi terbukti menerima Rp. 250 juta dari kakak Saipul Jamil, Samsul Hidayatullah. Uang itu digunakan untuk mengatur putusan hakim terhadap Saipul. Saat ini, Rohadi masih berurusan dengan KPK terkait kasus pencucian uang yang melibatkan dirinya.

By adminskit

suratkabarindo merupakan berita akurat , tajam dan terpercaya di indonesia

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *