Nurhadi Mengancam Saksi Polisi Atas Dugaan Informasi Palsu

Suratkabarindo – Mantan Sekretaris Mahkamah Agung (MA) Nurhadi mengancam akan melaporkan saksi bernama Marieta ke polisi karena diduga palsu.

Sebelumnya, Marieta mengungkapkan, pembelian arloji Richard Mille oleh menantu Nurhadi, Rezky Herbiyono, diperkirakan mencapai Rp 1,85 miliar untuk mertuanya. Marieta menuturkan ada sebuah kemewahan yaitu Rezky membelikan jam tangan untuk “babe” yang disisihkan untuk Nurhadi.

Berdasarkan informasi tersebut, Nurhadi yang mengambil waktu sidang secara online membantahnya. “Pembelian jam tangan Rezky ini, dari titik A ke K kebanyakan untuk ‘Babe’. Tapi di sini Anda jelaskan nama saya Nurhadi, dengan tegas, “kata Nurhadi, Kamis (11/2/2021), dikutip dari Tribunnews.com.

” Saya sangat menyangkal bahwa ini adalah fitnah yang sangat kejam dari Anda. Sejujurnya saya akan mengambil langkah hukum karena saya memberikan informasi yang tidak benar, ”lanjutnya.

Jaksa Penuntut Umum (JPU) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) juga menyela pernyataan Nurhadi. Pernyataan Nurhadi itu dilontarkan JPU karena ada ancaman yang mengancam. Nurhadi melanjutkan, dia membantah semua pernyataan Marieta yang menyimpulkan “bayi” itu adalah dirinya sendiri.

Nurhadi pun mengaku belum mengetahui lokasi toko Marieta.

Meski begitu, Marieta tetap berpegang pada pernyataannya. “Saya tetap berpegang pada pernyataan saya,” kata Marieta.

“Iya nanti akan kami laporkan ke polisi. Nanti saya buktikan. Saya belum pernah melihat fisiknya, bahkan tidak pernah melihat fisiknya, apalagi memakai,” kata Nurhadi. togel online

Selain Nurhadi, Rezky sendiri juga membantah pernah membeli jam tangan mewah senilai miliaran rupiah untuk mertuanya. Adapun Nurhadi dan Rezky merupakan tergugat dalam kasus dugaan suap dan gratifikasi terkait penanganan perkara di MA.

Dalam kasus ini, Nurhadi dan Rezky didakwa menerima suap senilai Rp 45,7 miliar dari Direktur Terminal PT Multicon Indrajaya Hiendra Soenjoto untuk urusan yang melibatkan Hiendra. Selain didakwa suap, Nurhadi dan Rezky juga didakwa menerima gratifikasi senilai Rp. 37.287 dari sejumlah penggugat.

Atas perbuatannya tersebut, Nurhadi dan Rezky dijerat dengan Pasal 12 huruf a atau Pasal 11 UU Tipikor juncto Pasal 55 ayat (1) I KUHP juncto Pasal 64 ayat (1) KUHP dan Pasal. 12 B UU Tipikor juncto Pasal 65 ayat (1) KUHP.

By adminskit

suratkabarindo merupakan berita akurat , tajam dan terpercaya di indonesia

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *