Myanmar mencekam, warga melakukan patroli malam untuk mencegah penggerebekan militer

Suratkabarindo – Warga Myanmar mengadakan patroli malam untuk mencegah militer melakukan penangkapan dan penggerebekan.

Sejak Aung San Suu Kyi ditahan oleh militer dan pemerintahannya digulingkan pada 1 Februari, rezim baru telah menahan ratusan orang untuk memadamkan protes sipil terhadap kudeta. Menanggapi aksi tersebut, masyarakat Myanmar kemudian membentuk sistem keamanan untuk mencegah penangkapan pada malam hari.

“Jelas kami takut karena mereka bersenjata … tapi kami akan terus mengawasi setiap malam,” kata Myo Ko Ko, yang sedang melakukan patroli malam di Yangon, kepada AFP.

“Kami tidak bisa membiarkan siapa pun digerebek,” lanjutnya. Banyak juga yang gugup dengan rumor di media sosial bahwa para narapidana dibebaskan untuk menimbulkan kekacauan di masyarakat.

Militer Myanmar pekan lalu membebaskan lebih dari 23.000 tahanan, meskipun amnesti massal biasanya hanya dilakukan pada tanggal-tanggal tertentu. Kelompok hak asasi manusia menduga pembebasan ini untuk memberikan ruang tahanan bagi militer lawan.

Situasi semakin memanas setelah kendaraan lapis baja dikerahkan ke kota-kota besar Myanmar dan internet kembali ditutup pada Senin (15/2/2021). Myo Ko Ko, 39, telah membantu menutup jalan menuju pemukimannya beberapa malam terakhir.

Para tetangga juga bekerja sama dengan kompak dengan membunyikan panci dan wajan ketika mereka melihat orang asing datang. Ini awalnya digunakan dalam demonstrasi malam di hari-hari awal setelah kudeta. Membunyikan peralatan dapur di Myanmar adalah praktik pengusiran roh jahat, dan sekarang digunakan untuk “mengusir” militer.

“Kami sempat mengejar pria yang mencurigakan itu lalu menangkapnya, tapi saat kami menanyai dia, kami tidak menemukan (informasi) apa pun kecuali dia keluar dari penjara,” kata Myo Ko Ko. Pria itu lantas diserahkan ke polisi, lanjut Myo Ko Ko. togel online

Desas-desus penyebaran teror di media sosial ditengarai warga sebagai upaya para jenderal untuk menakut-nakuti publik. “Kami telah mendengar banyak rumor dan mengikuti berita di sana-sini,” kata Ko Ko Naing, pemilik toko di bagian barat kota. Pria berusia 45 tahun itu menambahkan bahwa tetangganya juga ikut serta dalam patroli malam untuk berjaga-jaga terhadap penyusup.

Namun kondisi tersebut membuat malam semakin mencekam dan warga menjadi gelisah. “Saya tidak bisa tidur nyenyak tadi malam, karena banyak rumor di sekitar lingkungan saya,” kata sopir taksi Tun Tun. “Kami ingin semuanya tetap damai. Tapi kami tidak punya pilihan lain. Kami harus mempertahankan sisi baik,” tambahnya.

By adminskit

suratkabarindo merupakan berita akurat , tajam dan terpercaya di indonesia

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *