Mengapa Kencing Berbusa Berikut 7 Penyebab Tanda Penyakit

Suratkabarindo – Urine berbusa umumnya muncul saat Anda buang air kecil terlalu cepat atau terlalu keras. Urin yang keluar dari semprotan kencing yang rapat ini memiliki lebih banyak gelembung udara daripada urin yang mengalir perlahan ke toilet.

Di luar kondisi tersebut, urine yang berbusa bisa menjadi pertanda adanya penyakit atau kondisi kesehatan tertentu. Berikut beberapa di antaranya:

1. Dehidrasi

Melansir Women’s Health, kencing di udara bisa jadi pertanda tubuh sedang dehidrasi atau kekurangan cairan. Air adalah komponen utama dalam urin. Urine bisa menjadi berbusa ketika seseorang kekurangan cairan atau kekurangan cairan.

Semakin banyak dehidrasi maka urine yang keluar semakin kental dan buih yang muncul semakin banyak karena zat yang dikeluarkan pada pipis semakin sedikit. Sebelum banyak spekulasi atau kekhawatiran bahwa kencing berbusa adalah tanda penyakit apapun, cobalah untuk menelusuri jumlah cairan yang masuk ke dalam tubuh.

2. Penyakit ginjal

Fungsi utama ginjal adalah menyaring darah dan zat lain dalam urin, protein utama. Urine udara bisa menjadi berbusa ketika kadar protein dalam urin tinggi. Kondisi ini bisa disebabkan oleh penyakit ginjal. Dalam kondisi normal, filter ginjal akan menyaring protein dari darah, agar protein tidak berakhir di urin.

Kadar protein yang tinggi dalam urin bisa menjadi gejala filter ginjal yang rusak atau bocor. Selain urine yang berbusa, tanda lain penyakit ginjal adalah pembengkakan beberapa bagian tubuh.

3. Diabetes atau hipertensi

Diabetes dan hipertensi atau tekanan darah tinggi dapat mempengaruhi aliran darah ke ginjal. Jika kedua masalah kesehatan ini tidak terkontrol, fungsinya tidak terganggu.

Tekanan darah tinggi dan gula darah dapat membuat stres dan membuat kadar protein dalam urin menjadi tinggi. Ini menyebabkan kencing berbusa. Konsultasikan dengan dokter pertanian Anda untuk diabetes, hipertensi, dan urin berbusa.

4. Infeksi kronis

Urine yang berbusa juga bisa menjadi tanda penyakit infeksi kronis di tubuh. Infeksi kronis seperti hepatitis atau HIV dapat menyebabkan kadar protein urin tinggi. Infeksi kronis ini tidak pernah menyerang penyaring ginjal, infeksi, dan mempengaruhi fungsi ginjal.

5. Efek samping obat penghilang rasa sakit

Sejumlah obat penghilang rasa sakit yang dijual bebas di apotek atau toko obat memiliki efek samping membuat air kencing jadi berbusa. Penggunaan obat tersebut dapat meningkatkan kadar protein urine dan terkadang memicu reaksi alergi peradangan ginjal. togel online

Untuk itu, Anda perlu berhati-hati dalam mengonsumsi obat pereda nyeri yang dijual bebas. Awasi obat ini terus-menerus tanpa pengawasan medis.

6. Penyakit autoimun

Penyebab lain dari urine berbusa termasuk penyakit autoimun seperti lupus. Kondisi autoimun dapat meningkatkan tekanan pada ginjal dan dapat mengganggu fungsi organ vital ini.

Autoimunitas dapat menyebabkan protein dalam urin, melalui sistem kekebalan, secara keliru menyerang filter penderita. Gejala penyakit autoimun bisa bermacam-macam, umumnya berupa korban, nyeri sendi, sering demam, dan kencing berbusa.

7. Kanker darah

Dalam beberapa kasus yang jarang terjadi, urin berbusa juga bisa menjadi tanda kanker darah. Kanker yang terbentuk di sel plasma darah dapat meningkatkan kadar protein urin. Artinya, antibodi yang diinduksi kanker meracuni filter ginjal.

Menurut Mayo Clinic, secara umum ada masalah kesehatan yang perlu dikhawatirkan. TAPI, Anda perlu khawatir, kencing berbusa terus keluar. Ini bisa jadi pertanda tingginya kadar protein dalam urin. Untuk memastikan penyebab pasti dari urine berbusa, dokter biasanya melakukan tes urine dan tes lainnya.

By adminskit

suratkabarindo merupakan berita akurat , tajam dan terpercaya di indonesia

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *