Menemukan Surat Palsu di Kementerian Agama, Laporan Ombudsman Polisi

Suratkabarindo – Ombudsman Indonesia melapor ke polisi terkait dugaan pemalsuan surat atas nama lembaganya. “Terkait dugaan pemalsuan ini akan kami laporkan ke pihak berwajib. Kami akan membuat laporan ke polisi.

Saat ini sedang dalam proses pembuatan laporan polisi,” kata Wakil Ketua Ombudsman RI Lely Pelitasari Soebekty dalam konferensi online, Jumat (19/2 / 2021). Keberadaan surat palsu tersebut terungkap dari surat Komisi Kepegawaian Negara (KASN) yang diterima perwakilan Ombudsman di Nusa Tenggara Barat (NTB).

Melalui suratnya, KASN merekomendasikan agar NAS kembali menjalani hukuman disiplin saat menjabat sebagai Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama NTB. NAS divonis disiplin setelah Ombudsman menemukan praktik maladministrasi pada 2019.

Ombudsman kemudian meminta Menteri Agama mencopot NAS dari jabatannya. Dalam surat dari KASN terungkap adanya Surat Ketua Ombudsman RI Nomor 2071 / KLA / 0278.2020 / IMM15 / VI / 2020 tentang Penghentian Penyidikan Kasus Maladministrasi dalam Pengadaan Buku di Kementerian Agama tertanggal 14 Juli 2020 yang ditujukan kepada Ketua Ombudsman Perwakilan NTB. Namun, usai melakukan penggeledahan, Ombudsman membenarkan bahwa dirinya tidak pernah mengeluarkan surat dengan nomor dan subjek yang dimaksud.

Setelah diselidiki, ternyata surat palsu atas nama Ombudsman itu berasal dari surat Menteri Agama. “Setelah kami cek dan konfirmasi ke KASN, didapat informasi bahwa surat tersebut merupakan lampiran surat yang dikirimkan Menteri Agama kepada KASN untuk meninjau kembali hukuman disiplin yang bersangkutan,” ujarnya. di Kementerian Agama, ”lanjutnya.

Ombudsman juga menilai Kementerian Agama dan KASN tidak akurat. Ini dianggap catatan buruk dalam penyelenggaraan birokrasi di Tanah Air. Lebih lanjut, Lely mengungkapkan, Ombudsman sudah berkoordinasi dengan kedua pihak. dan mendukung tindakan korektif. itu akan dilakukan. togel online

”Kementerian Agama akan menunda proses pengajuan (NAS) dan menunggu proses pemeriksaan. Karena itu kami dukung upaya ini di Kementerian Agama,” ujarnya. di KASN juga akan melakukan upaya perbaikan dan mengeluarkan rekomendasi, termasuk memvalidasi dan memverifikasi dokumen yang diterima, ”lanjut Lely.

By adminskit

suratkabarindo merupakan berita akurat , tajam dan terpercaya di indonesia

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *