Mendapat bukti dari Komnas HAM, Bareskrim akan mempelajari dan memilahnya

Suratkabarindo – Bareskrim Polri telah menerima bukti terkait tewasnya enam anggota pasukan Front Pembela Islam (FPI) dari Komnas HAM, Selasa (16/2/2021). Sementara itu, Polri meminta bukti guna menindaklanjuti rekomendasi Komnas HAM atas kejadian tersebut.

“Secara resmi kami penyidik ​​dari Bareskrim sudah menerima penyerahan beberapa barang bukti terkait kejadian di KM 50,” kata Direktur Tindak Pidana Umum Badan Reserse Kriminal Nasional Brigjen Pol Andi Rian R Djajadi di sela acara. konferensi pers online, Selasa.

Barang bukti dikumpulkan Komnas HAM saat melakukan investigasi dan pemantauan kasus tersebut. Rincian barang bukti yang diserahkan antara lain proyektil peluru, pecahan mobil, rekaman video dari Jasa Marga, dan foto dari FPI.

Kemudian beberapa rekaman suara dan konteksnya, timeline kejadian, dan foto-foto kondisi jenazah saat diterima oleh keluarga almarhum anggota TNI AD. Lebih lanjut, kata Andi, pihaknya akan mempelajari bukti-bukti yang telah diterima tersebut.

“Kita akan segera telaah, nanti akan kita pilah tujuannya untuk memperjelas peristiwa yang sedang kita tangani,” ujarnya.

Dengan penyerahan ini, Komnas HAM juga berharap adanya bukti yang bisa memperjelas peristiwa yang terjadi pada 7 Desember 2020 itu. Selain itu, kata Ketua Komnas HAM Ahmad Taufan Damanik, polisi juga diharapkan bisa segera menyelesaikan kasus tersebut.

“Dan yang tidak kalah pentingnya adalah akuntabilitas, transparansi kasus ini, agar semua orang bisa mengerti apa yang sebenarnya terjadi, tidak ada keraguan lagi dari berbagai pihak, terutama dari sisi keluarga,” kata Taufan di kesempatan yang sama.

Diketahui, enam anggota laskar FPI ditembak mati oleh polisi karena diduga menyerang aparat. Komnas HAM menyimpulkan bahwa tewasnya empat dari enam anggota tentara FPI adalah pelanggaran HAM. Pasalnya, keempatnya tewas saat berada di bawah kendali polisi. togel online

Berdasarkan kesimpulan tersebut, Komnas HAM merekomendasikan agar kematian empat anggota pasukan paramiliter FPI dilanjutkan ke pengadilan pidana.

Untuk menindaklanjuti temuan dan rekomendasi Komnas HAM, Kapolres saat itu Jenderal (Pol) Idham Azis membentuk tim khusus. Tim yang terdiri dari Bareskrim Polri, Bagian Hukum Polri, dan Divisi Propam Polri itu bertugas mengusut dugaan pelanggaran HAM oleh aparat kepolisian terhadap empat prajurit FPI yang tewas.

By adminskit

suratkabarindo merupakan berita akurat , tajam dan terpercaya di indonesia

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *