Melontarkan Petisi, Amnesty International Mendesak Kejaksaan Agung Cabut Banding Terkait Putusan Perkara Semanggi

Suratkabarindo – Amnesty International Indonesia mendesak Jaksa Agung ST Burhanuddin mencabut banding atas putusan PTUN Jakarta terkait pernyataan Burhanuddin terkait tragedi Semanggi I dan II.

Direktur Eksekutif Amnesty International Indonesia Usman Hamid mengatakan, banding yang diajukan JA memang sah dan merupakan bagian dari hak hukum tergugat.

Namun, menurut Usman, JA harus melihat hukum dari perspektif yang lebih luas, yakni dalam kasus Semanggi I dan II yang diinginkan keluarga korban adalah keadilan.

“Yang perlu dipahami lebih jelas lagi, Ibu Sumarsih (Maria Katarina Sumarsih) dan kawan-kawannya bukan demi mengalahkan JA, tapi demi keadilan,” kata Usman saat dihubungi, Sabtu (6/2 / 2021).

Oleh karena itu, menurut Usman, akan lebih adil jika JA membatalkan kasasi dan mulai menjalankan tugas dan kewajibannya untuk mengusut dan mengadili para pelaku pelanggaran HAM berat ke pengadilan.

Menurutnya, hal tersebut tidak akan merugikan Burhanuddin selaku JA. “JA tidak akan rugi dengan putusan PTUN. Padahal, jika putusan tersebut ditangani dengan pembentukan tim penyidik ​​ad hoc tragedi Semanggi, maka akan menunjukkan kebesaran hati Jaksa Agung,” ujarnya.

Amnesty International Indonesia juga mengeluarkan petisi bertajuk “Jaksa Agung Segera Menarik Proses Banding”. Selain Amnesti, Asia Justice and Rights dan Lokataru Foundation juga terlibat dalam pembuatan petisi tersebut. Petisi tersebut telah mendapatkan 350 tanda tangan dari target 1.000 tanda tangan.

Diketahui Jaksa Agung telah melakukan perbuatan melawan hukum terkait dengan pernyataan bahwa tragedi Semanggi I dan II bukan pelanggaran HAM berat.

Majelis hakim PTUN Jakarta mewajibkan Jaksa Agung memberikan pernyataan terkait penanganan perkara Semanggi I dan II sesuai dengan situasi aktual dalam rapat mendatang dengan Komisi III DPR. togel online

Gugatan diajukan oleh Maria Katarina Sumarsih, ibu dari Bernardinus Realino Norma Irmawan yang merupakan murid korban Semanggi I, dan Ho Kim Ngo selaku ibu dari Yap Yun Hap, murid korban Semanggi II.

Namun, pada 9 November 2020, Kejaksaan Agung (JPN) resmi mengajukan banding atas putusan PTUN Jakarta dalam gugatan terhadap Jaksa Agung. Alasan Kejaksaan Agung mengajukan kasasi karena menilai masih banyak kesalahan yang dilakukan oleh hakim PTUN Jakarta dalam memeriksa dan mengadili perkara tersebut.

By adminskit

suratkabarindo merupakan berita akurat , tajam dan terpercaya di indonesia

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *