Limbah Medis Berbahaya Ditemukan Warga di Lahan Kosong, Diduga Sengaja Dibuang

Suratkabarindo – Kantong sampah medis berisi sejumlah Alat Pelindung Diri (APD), seperti pakaian dan masker dari bahan berbahaya (hazmat), serta beberapa bungkus obat ditemukan tergantung di tepinya.

Sebanyak 17 kantong sampah medis diduga dibuang di pinggir Jalan Raya Tenjo, Desa Leuweng Gede, Desa Tenjo, Kecamatan Tenjo, Kabupaten Bogor, Jawa Barat. Limbah medis tersebut diperkirakan dapat digunakan untuk menangani kasus Covid-19.

“Iya ada 17 kantong, isinya obat macam-macam ada masker, APD berupa jas hazmat dan pembungkus obat bekas. Saya tidak tahu sampah yang berhubungan dengan Covid-19.

Dugaan ya karena isinya, ”kata Camat Tenjo Kurnia Indra kepada Kompas.com, Selasa (2/2/2021). Temuan itu berawal dari laporan warga sekitar yang lalu lalang di lokasi.

Mengetahui hal itu, Kurnia segera menghubungi pihak kepolisian, TNI, dan Puskesmas untuk mengangkut kantong limbah medis tersebut pada Selasa pukul 10.00 WIB.

“Ya laporan masyarakat, dibuang di pinggir jalan, di lahan kosong. Tindak lanjut tadi pagi, sekarang bersih,” jelasnya. Menurut dia, limbah medis tersebut diduga dibuang di lahan kosong sejak Minggu (31/1/2021).

Dia menduga 17 tas kuning itu sengaja dibuang oleh oknum tak bertanggung jawab. “Itu 2 hari yang lalu ya, kita baru koordinasi dulu dengan Polri, TNI, dan puskesmas.

“Tidak boleh sembarangan diangkut, makanya kita butuh bantuan lengkap APD untuk transportasi,” ucapnya. Jika tidak ditangani secara khusus, Kurnia mengkhawatirkan keselamatan warga. togel online

Ia khawatir limbah bahan berbahaya dan beracun (B3) medis tersebut dapat menularkan Covid-19 kepada warganya, anak-anak yang bermain di sekitarnya, dan pemulung.

“Jadi sudah ditangani polisi, sampel barang bukti juga sudah diamankan polisi. Sisanya sudah dimusnahkan.

Kenapa kita musnahkan, karena untuk menyimpannya kita tidak punya tempat penampungan limbah B3, ”terangnya.

By adminskit

suratkabarindo merupakan berita akurat , tajam dan terpercaya di indonesia

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *