Lansia Tidak Semua Bisa Vaksinasi Covid-19, Ini Aturannya

Suratkabarindo – Kementerian Kesehatan telah memastikan bahwa lansia (lansia) dapat menerima suntikan vaksin Covid-19.

Hal tersebut tertuang dalam surat edaran (SE) bernomor HK.02.02 / I / 368/2021 tentang Penerapan Vaksinasi Covid-19 pada Kelompok Sasaran Lansia, Penyintas Komorbid dan Covid-19, serta Sasaran Tertunda bagi Masyarakat Kepala Dinas Kesehatan Provinsi, Kabupaten / Kota yang bersangkutan. pelaksanaan vaksinasi Covid-19.

“Komite Pertimbangan Ahli Imunisasi Nasional telah mengajukan studi bahwa vaksinasi Covid-19 dapat diberikan kepada kelompok usia 60 tahun ke atas, komorbid, survivor COVID-19 dan ibu menyusui dengan tambahan anamnesis terlebih dahulu,” kata Plt. Dirjen Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Maxi Rein Rondonuwu seperti dikutip dari siaran pers di situs Kementerian Kesehatan, Sabtu (13/2/2021). “Pelaksanaan vaksinasi harus tetap mengikuti juknis pelaksanaan vaksinasi Covid-19,” lanjutnya.

Vaksinasi pada kelompok umur 60 tahun ke atas diberikan sebanyak dosis dengan interval waktu 28 hari (0 dan 28). Namun, peserta lansia dengan vaksinasi Covid-19 harus menjalani skrining sebelum disuntik.

Skrining dilakukan dengan mengajukan sejumlah pertanyaan kepada lansia. Pertama, lansia akan ditanyai apakah mereka kesulitan menaiki 10 anak tangga. Kedua, lansia juga akan ditanya apakah sering merasa lelah. Ketiga, lansia akan ditanyai apakah mereka menderita lima atau lebih dari 11 penyakit ini: hipertensi, diabetes, kanker, penyakit paru-paru kronis, serangan jantung, gagal jantung kongestif, nyeri dada, asma, nyeri sendi, stroke, dan penyakit ginjal.

Keempat, para lansia ditanyai apakah mereka kesulitan berjalan sekitar 100 hingga 200 meter. Kelma, lansia ditanyai apakah mereka pernah mengalami penurunan berat badan yang signifikan dalam setahun terakhir. Kemudian jika ada tiga atau lebih jawaban ya dari kelima pertanyaan tersebut, maka vaksinasi tidak dapat diberikan kepada peserta lansia. Sementara itu, dalam Surat Edaran yang sama juga ditetapkan enam pertanyaan skrining umum yang akan ditanyakan kepada peserta vaksinasi. Keenam, yaitu:

1. Kondisi suhu tubuh. Jika suhu tubuh di atas 37,5 derajat Celcius, vaksinasi ditunda hingga target sembuh.

2. Tentang tekanan darah. Jika tekanan darah di atas 180/110 mmHg, pengukuran tekanan darah diulangi 30-60 menit kemudian. Jika tekanan darah masih tinggi, vaksinasi ditunda sampai tekanan darah terkontrol.

3. Tentang kontak dengan individu yang positif Covid-19. Apakah Anda pernah berhubungan dengan seseorang yang sedang diselidiki / dikonfirmasi / sedang dirawat karena Covid-19 dalam 14 hari terakhir.

Jika jawabannya ya maka akan dilanjutkan dengan pertanyaan apakah Anda pernah mengalami gejala demam / batuk / pilek / sesak napas dalam 7 hari terakhir. Jika jawabannya ya, maka vaksinasi ditunda hingga 14 hari setelah gejala muncul.

4. Untuk vaksinasi dosis pertama, peserta akan ditanyai apakah mereka memiliki riwayat alergi parah seperti sesak napas, bengkak atau urtikaria di seluruh tubuh atau reaksi parah lainnya akibat vaksin. Jika jawabannya ya maka vaksinasi diberikan di rumah sakit. togel online

5. Untuk vaksinasi dosis kedua, partisipan akan ditanyai apakah memiliki riwayat alergi parah atau mengalami gejala sesak napas, bengkak dan urtikaria di seluruh tubuh setelah sebelumnya divaksinasi Covid-19. Jika jawabannya ya, maka tidak lagi diberikan untuk vaksinasi dosis kedua.

6. Terkait dengan vaksinasi lainnya. Peserta akan ditanyai apakah mereka menerima vaksinasi lain dalam satu bulan terakhir atau lebih. Jika ya, maka vaksinasi ditunda sampai satu bulan setelah vaksinasi sebelumnya.

By adminskit

suratkabarindo merupakan berita akurat , tajam dan terpercaya di indonesia

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *