KPK Lengkapi Berkas Irgan Chairul dan Mantan Wakil Ketua PPP Kasus Suap DAK Labuhanbatu Utara

Suratkabarindo – Penyidik ​​Komisi Pemberantasan Korupsi telah melengkapi berkas perkara dua kasus dugaan suap terkait pengelolaan dana alokasi khusus untuk Kabupaten Labuhanbatu Utara.

Dua berkas perkara yang sudah selesai itu adalah mantan anggota DPR Irgan Chairul Mahfiz dan mantan Wakil Bendahara Umum Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Puji Suhartono.

“Setelah berkas perkara dinyatakan lengkap, tim penyidik ​​KPK akan melakukan tahap 2 yaitu penyerahan tersangka dan barang bukti. Tersangka ICH (Irgan Chairul Mahfiz) dan PJH (Puji Suhartono) kepada Tim JPU,” kata Plt KPK. juru bicara Ali Fikri, Kamis (4/2/2021).

Ali mengatakan, penahanan selanjutnya menjadi kewenangan Tim JPU.

Oleh karena itu, setiap penahanan dilakukan di Rutan selama 20 hari sejak 4 Februari 2021 hingga 23 Februari 2021.

Ali mengatakan, Irgan Chairul Mahfiz ditahan di Rutan Cabang KPK di gedung ACLC Kav C1. Sedangkan Puji Suhartono ditahan di Rutan Cabang KPK di Pomdam Jaya Guntur. “Dalam waktu 14 hari kerja, tim jaksa segera menyusun dakwaan dan berkas perkara tersebut ke Pengadilan Tipikor Medan,” kata Ali.

Dalam proses penyidikan, 81 saksi diperiksa, termasuk dari kalangan sipil di lingkungan Pemerintah Kabupaten Labura.

Dalam kasus ini, KPK telah menetapkan empat tersangka, yakni Bupati Labuhanbatu Utara Khairuddin Syah Sitorus, Kepala Badan Pengelola Pendapatan Daerah Kabupaten Labuhanbatu Utara Agusman Sinaga, mantan Wakil Bendahara Umum PPP Puji Suhartono, dan mantan anggota DPR dari PPP. Fraksi Irgan Chairul Mahfiz. togel online

Khairuddin diduga memberikan suap senilai total 290.000 dolar Singapura untuk memproses DAK dalam APBN 2018 Kabupaten Labuhanbatu Utara.

Suap tersebut diberikan melalui Agusman kepada mantan Kepala Seksi Pembinaan Pembiayaan Perumahan dan Permukiman Direktorat Jenderal Perimbangan Keuangan Kementerian Keuangan Yaya Purnomo dan mantan Kepala Seksi Dana Alokasi Khusus (DAK) Fisik di Kementerian Keuangan. Direktorat Jenderal Perimbangan Keuangan Kementerian Keuangan Rifa Surya.

Selain itu, Khairuddin melalui Agusman juga diduga melakukan transfer dana sebesar Rp. 100 juta ke rekening bank atas nama Puji Suhartono. Sedangkan Irgan diduga menerima Rp. 100 juta dari Khairuddin mencoba mendapatkan meja diskusi di Kementerian Kesehatan terkait DAK Bidang Kesehatan Kabupaten Labuhanbatu Utara.

By adminskit

suratkabarindo merupakan berita akurat , tajam dan terpercaya di indonesia

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *