Kisah Benny Mamoto tentang Penangkapan Kepala Sindikat Narkoba

Suratkabarindo – Ketua Pelaksana Kompolnas Benny Mamoto mengungkapkan pengalamannya saat menangkap Kepala Lembaga Pemasyarakatan Narkotika (Kalapas) Nusakambangan Marwan Adli, yang terlibat sindikat peredaran narkoba pada 2011.

Ia menceritakan penangkapan Kapolres. dari Astana Anyar, Kompol Yuni Purwanti Kusuma Dewi, lembaga yang diduga.

Saat ditangkap Kepala Narkotika Nusakambangan, Benny masih menjabat sebagai Direktur Narkotika Alam Badan Narkotika Nasional (BNN). Ia menangkap Marwan dan anak serta cucunya karena menerima uang dari obat-obatan yang dikendalikan oleh seorang napi bernama Hertony.

Uang tersebut diterima Marwan melalui rekening anak dan cucunya. “Bayangkan saat saya tangkap Kepala Narkotika Nusakambangan, ada narapidana anak emas yang sewaktu-waktu bisa keluar dari pacuan kuda,” kata Benny, dalam diskusi virtual di medcom.id, Minggu (21/2/2021).

Menurut Benny, kasus yang menimpa Marwan tidak berbeda dengan kasus penegak hukum. Menurutnya, pemberantasan narkoba di dalam negeri perlu dilakukan secara tuntas.

Ini dilakukan dengan memanfaatkan permintaan pasar dan pasokan obat. Selain itu, dia juga menyarankan agar aparat keamanan mengambil tindakan tegas. Pasalnya, tak sedikit sindikat narkoba yang sudah dijebloskan ke penjara, masih leluasa menjalankan bisnis gurita.

“Selama di penjara, dia kapuk, dia suka di penjara karena katanya lebih leluasa dalam hal transkripsi,” kata Benny.

Untuk itu, dia menyarankan, selain sanksi pidana, narapidana sindikat narkoba juga perlu dimiskinkan. Menurut dia, semua aset milik sindikat narkoba yang bisa digunakan negara, baik untuk pemberantasan maupun rehabilitasi. togel online

Kemudian aparat perlu diawasi secara ketat dan memberikan sanksi yang tegas. Saya setuju dengan Pak Listyo (Kapolri). Pilihannya hanya satu, memecat dan mengajukannya ke pengadilan. Jika dilaksanakan dengan baik, saya yakin ini orang bisa melakukannya, “tambahnya.

Sebelumnya diberitakan Kapolsek Astana Anyar Kompol Yuni dan puluhan anggotanya ditangkap Divisi Profesi dan Keamanan Polda Jabar atas dugaan narkoba, Rabu (17/2/2021).

Kapolda Jabar Irjen Ahmad Dofiri kemudian mencopot jabatan Kompol Yuni. Dofiri mengatakan, pihaknya terus mendalami interaksi Kapolres dan puluhan anggota Polsek Astana Anyar.

“Kami akan terus melakukan pendalaman dan pemeriksaan, jika ini benar dan bukti-bukti menunjukkan memang ada interaksi narkoba, tentu kami akan menindak tegas,” ujarnya.

By adminskit

suratkabarindo merupakan berita akurat , tajam dan terpercaya di indonesia

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *