Ketua Komisi X Dukung Mendikbud Hapus UN dan Ujian Serentak 2021

Suratkabarindo – Ketua Komisi X DPR Syaiful Huda mendukung keputusan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Makarim menghapus Ujian Nasional (UN) dan ujian ekivalensi 2021.

Huda mengatakan, selain konsekuensi pandemi Covid-19, Ujian Nasional memang kurang tepat untuk mengukur hasil belajar siswa.

“Kami menilai penyelenggaraan Ujian Nasional lebih menciptakan standar pendidikan yang semu, dimana tidak mencerminkan kemampuan holistik siswa, karena mereka hanya dinilai dari sisi kognitif saja,” kata Huda dalam keterangan tertulisnya, Kamis (4/4). 2/2021).

Huda sependapat, parameter kelulusan mahasiswa dilihat dari rapor tiap semester, nilai prilaku minimal yang baik, dan ujian yang diadakan tiap satuan pendidikan.

Namun, dia meminta Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan serta Dinas Pendidikan memastikan parameter kelulusan sesuai dengan kurikulum yang berlaku. “Kami juga berharap ujian yang dilakukan masing-masing satuan pendidikan sesuai dengan protokol kesehatan,” ujarnya.

Lebih lanjut, Huda meminta Menteri Pendidikan dan Kebudayaan untuk mensosialisasikan Surat Edaran Nomor 1 Tahun 2021 dengan baik agar tidak memicu polemik terkait tidak diselenggarakannya UN 2021.

“Selama ini kebijakan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan tidak tersosialisasi dengan baik sehingga menimbulkan tafsir dari Dinas Pendidikan yang memicu polemik di masyarakat,” ujarnya.

Sebelumnya diberitakan, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nadiem Makarim resmi menggratiskan ujian nasional (UN) dan ujian kesetaraan pada 2021 akibat maraknya penyebaran Covid-19.

Hal tersebut tertuang dalam Surat Edaran Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 1 Tahun 2021 tentang Penghapusan Ujian Nasional dan Ujian Kesetaraan serta Pelaksanaan Ujian Sekolah Dalam Keadaan Darurat Penyebaran Covid-19 yang ditandatangani Nadiem pada 1 Februari lalu, 2021.

Mahasiswa dinyatakan lulus setelah menyelesaikan program pembelajaran yang dibuktikan dengan rapor setiap semester, memperoleh nilai perilaku baik minimal, dan mengikuti ujian yang diadakan oleh satuan pendidikan.

Ujian yang dimaksud dilakukan dalam bentuk tugas, tes online, portofolio berupa evaluasi nilai rapor, nilai sikap, dan prestasi sebelumnya, serta kegiatan penilaian lainnya yang ditentukan oleh satuan pendidikan. togel online

Selain ujian tersebut, siswa SMK juga dapat mengikuti tes kompetensi keterampilan sesuai peraturan perundang-undangan.

Sedangkan promosi kelas dapat dilakukan melalui ujian semester akhir. Bentuk ujian semester akhir untuk promosi kelas antara lain portofolio, tugas, tes online, dan kegiatan lain yang ditentukan oleh satuan pendidikan.

“Ujian akhir semester untuk promosi kelas dirancang untuk mendorong kegiatan pembelajaran yang bermakna, dan tidak perlu mengukur ketuntasan pencapaian kurikulum secara keseluruhan,” kata SE.

By adminskit

suratkabarindo merupakan berita akurat , tajam dan terpercaya di indonesia

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *