Kejaksaan Menginterogasi 6 Saksi Terkait Dugaan Korupsi Asabri

Suratkabarindo – Tim Penyidik ​​Kejaksaan Direktorat Penyidikan Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) Kejaksaan Agung memeriksa orang-orang terkait kasus dugaan korupsi di PT Asabri.

Keenam yaitu AWK sebagai Direktur Indo Premier Securities, AK sebagai Direktur Erdikha Elit Sekuritas, dan HS sebagai Direktur PT Harvest Time dan Direktur PT Blessindo Terang Jaya.

Kemudian, BS sebagai Direktur Danareksa Sekuritas, DRT sebagai Direktur Utama PT Maybank Asset Management 2015-2019 dan Advisor untuk tahun 2020-sekarang, dan JHT sebagai Direktur Ciptadana Securities.

“Penyidikan dilakukan untuk menemukan fakta hukum dan mengumpulkan bukti tindak pidana korupsi yang terjadi di PT Asabri,” kata Kepala Pusat Informasi Hukum Kejaksaan Agung Leonard Eben Ezer Simanjuntak dalam keterangannya, Senin (22). / 2/2021).

Pada Senin (15/2/2021), Kejaksaan Agung menetapkan kasus korupsi baru Asabri. Dia adalah Jimmy Sutopo sebagai Direktur Hubungan Investor Emiten Jakarta. Jimmy diduga terlibat membantu jual beli saham dengan tersangka lain yakni Benny Tjokrosaputro selama periode 2013 hingga 2019.

Ia merupakan tersangka kesembilan dalam kasus ini. Tujuh tersangka lainnya dalam kasus ini, yakni mantan Direktur Utama PT Asabri, Adam R Damiri, dan Sonny Widjaja. Kemudian BE sebagai Direktur Keuangan PT Asabri periode Oktober 2008-Juni 2014 dan HS sebagai Direktur PT Asabri periode 2013-2014 dan 2015-2019.

Ada pula IWS sebagai Kepala Divisi Investasi PT Asabri Juli 2012-Januari 2017, Heru Hidayat sebagai Direktur PT Trada Alam Minera dan Direktur PT Maxima Integra, serta LP sebagai Direktur Utama PT Prima Network.  togel online

Saat ini Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) sedang menghitung total kerugian negara akibat korupsi di PT Asabri. Sedangkan kerugian negara diperkirakan mencapai Rp 23,73 triliun.

By adminskit

suratkabarindo merupakan berita akurat , tajam dan terpercaya di indonesia

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *