Kejagung Ungkap Modusnya Memanipulasi Saham, Heru Hidayat dan Benny Tjokro Tersangka Kasus Asabri

Suratkabarindo – Tersangka kasus korupsi di PT Asabri, Heru Hidayat (HH), dan Benny Tjokrosaputro (BTS), diduga mengatur transaksi saham dan reksa dana dalam portofolio Asabri.

Pengaturan transaksi saham dan reksa dana dilakukan dengan LP, Direktur Utama PT Prima Network.

Heru ditetapkan sebagai tersangka sebagai Direktur PT Trada Alam Minera dan Direktur PT Maxima Integra sedangkan Benny sebagai Direktur PT Hanson Internasional.

“Dengan memasukkan saham milik LP, BTS, dan HH dengan harga yang telah dimanipulasi menjadi portofolio milik PT Asabri,” kata Kepala Pusat Informasi Hukum Kejaksaan Agung Leonard Eben Ezer Simanjuntak, di Jakarta Selatan, Senin (1/10). / 2/2021).

“Dan mengendalikan transaksi dan investasi PT Asabri berdasarkan kesepakatan dengan Direksi PT Asabri yang menguntungkan LP, BTS, dan HH serta merugikan PT Asabri,” lanjutnya.
Leonard menjelaskan, dari tahun 2012 hingga 2019, Direktur Utama, Direktur Investasi dan Keuangan, serta Kepala Divisi Investasi Asabri sepakat bersama dengan HH, BTS, dan LP untuk membeli atau menukar saham dalam portofolio Asabri dengan saham yang dimiliki oleh HH, BTS, dan LP.

Pembelian atau penukaran saham tersebut dilakukan dengan harga yang telah dimanipulasi menjadi tinggi, dengan tujuan agar kinerja portofolio Asabri terlihat baik.

“Setelah saham menjadi milik PT Asabri, kemudian saham tersebut ditransaksikan atau dikuasai oleh HH, BTS dan LP berdasarkan kesepakatan bersama dengan Direksi PT Asabri, sehingga saham tersebut tampak bernilai tinggi dan likuid. , “kata Leonard.

“Padahal transaksi yang dilakukan hanya transaksi semu dan menguntungkan KK, BTS dan LP serta merugikan investasi atau keuangan PT Asabri,” tambahnya.

Leonard melanjutkan, untuk menghindari kerugian atas investasi Asabri, saham yang telah dijual di bawah harga pokok, ditransaksikan atau dibeli kembali dengan nominasi HH, BTS, dan LP serta ditransaksikan kembali oleh Asabri melalui reksa dana underlying yang dikelola oleh MI yang dikendalikan oleh HH dan BTS .  togel online

Ia mengatakan, seluruh kegiatan investasi Asabri dari tahun 2012 hingga 2019 tidak dikuasai Asabri, melainkan seluruhnya dikendalikan oleh HH, BTS, dan LP.

“Kerugian keuangan negara sedang dihitung oleh BPK dan saat ini Rp 23,73 triliun,” ujarnya.

By adminskit

suratkabarindo merupakan berita akurat , tajam dan terpercaya di indonesia

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *