Kasus Suap Bantuan Sosial, KPK Selidiki Pembayaran Komisi Pengacara Saat Memeriksa Hotma Sitompul

Suratkabarindo – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memeriksa pengamatan Hotma Sitompul sebagai dugaan kasus suap terkait bansos Covid-19, Jumat (19/2/2021).

Pelaksana Tugas Juru Bicara KPK Ali Fikri mengatakan, dalam pemeriksaan, penyidik ​​mempelajari komisi terkait penanganan perkara hukum di Kementerian Sosial.

“Hotma Sitompul (pengacara) diperiksa tim penyidik ​​KPK terkait pengetahuan mereka terkait pembayaran sejumlah uang sebagai” pengacara berbayar “karena pendampingan penanganan perkara hukum di Kementerian Sosial saat itu,” kata Ali. , Jumat malam.

Ali mengatakan, pembayaran honor pengacara tersebut diduga diberikan oleh Adi Wahyono, salah satu pemberi komitmen di Kementerian Sosial yang terlibat dalam kasus suap bantuan sosial.

Sementara itu, Hotma mengungkapkan, Lembaga Bantuan Hukum Mawar Saron yang dikelolanya pernah berada di bawah Menteri Sosial saat itu, Juliari Batubara, untuk melaporkan kasus-kasus terkait anak di bawah umur yang mengalami kekerasan.

Jadi Pak Menteri sangat prihatin dengan kasus ini, lihat LBH Mawar Saron bantu saya selama ini bansos ini mondar-mandir di Kemensos. Kenapa harus mondar-mandir kesana? Menteri memperhatikan hal tersebut. anak di bawah umur, ”ujarnya seusai peternakan KPK, dikutip dari Antara. togel online

Dalam kasus suap bantuan sosial, pemeriksaan terhadap Elfrida Gusti Gultom sebagai istri pembuat komitmen di Kementerian Sosial, Matheus Joko Santoso, menjadi tersangka. Ali mengatakan itu tentang kepemilikan Elfrida atas properti Matheus dan penyitaan berbagai dokumen yang terkait dengan kasus tersebut.

Dalam kasus ini, mantan Menteri Sosial Juliari Batubara diduga menerima Rp. 17 miliar yang kemudian digunakan untuk tujuan pemberitaan. Uang tersebut diduga didapat dari biaya setiap paket pekerjaan yang harus disetor mitra ke Kementerian Sosial sebesar Rp. 10.000 per paket bansos senilai Rp. 300.000.

KPK menetapkan lima tersangka dalam kasus ini, yakni Juliari, Matheus, Adi, dan dua pihak swasta yakni Ardian I M dan Harry Sidabuke.

By adminskit

suratkabarindo merupakan berita akurat , tajam dan terpercaya di indonesia

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *