Kasus Red Notice Djoko Tjandra, Brigjen Prasetijo, Mendapat 20.000 dollar AS.

Suratkabarindo – Mantan Korwas PPNS Bareskrim Polri Karo Brigjen Pol. Jenderal (Pol) Prasetijo Utomo hanya mengaku mendapat honor US $ 20.000 atau sekitar Rp. 278 juta dari Tommy Sumardi.

Keduanya terjerat kasus dugaan korupsi terkait pencabutan red notice di Interpol atas nama Joko Soegiarto Tjandra alias Djoko Tjandra. “Saya akui saya menerima 20.000 dolar AS dari Tommy Sumardi, tidak lebih atau tidak kurang,” kata Prasetijo saat membacakan permohonan di Pengadilan Tipikor di Jakarta, Senin (15/2/2021), dikutip dari Antara.

“Saya tidak pernah menanyakan, membidik, bahkan memeras Tommy Sumardi, apalagi mengatakan saya akan membagi uang yang bukan milik saya sebagai pejabat negara,” kata Prasetijo.

Bahkan, menurut jaksa penuntut umum (JPU), Prasetijo dinilai terbukti menerima uang 100.000 dolar AS dari Djoko Tjandra melalui Tommy Sumardi. Menurut Prasetijo, 20.000 dolar AS yang diterimanya pada 27 April 2020 itu karena persahabatannya dengan Tommy.

Apalagi, dia mengaku tidak berwenang memproses dokumen yang diminta Djoko Tjandra. “Saya tidak ada kaitannya dengan pencabutan red notice Djoko Tjandra karena tidak ada kaitannya dengan pekerjaan saya sebagai Karo Korwas PPNS Bareskrim Polri,” kata Prasetijo.

Dia menambahkan, uang 20.000 dolar AS itu telah dikembalikan ke Divisi Profesional dan Keamanan Polisi (Propram) pada 16 Juli 2020. Prasetijo tidak menyangka penerimaan uang tersebut akan berujung pada proses persidangan yang sedang dijalaninya.

“Dakwaan JPU hanya berdasarkan keterangan Tommy Sumardi yang mengatakan saya menerima lebih dari US $ 20.000. Ini tidak benar dan saya bersumpah di hadapan majelis hakim dan Tuhan. Kalau saya tahu penerimaan saat itu mengakibatkan hal ini.

Soalnya, saya bersumpah saya akan menolak uangnya, majelis hakim. hakim, ”ujarnya. Karena itu, Prasetijo meminta maaf kepada Polri, khususnya Kapolri Jenderal (Pol) Listyo Sigit Prabowo dan masyarakat Indonesia atas tindakannya yang membuat keributan dan mengganggu keadilan.

Dalam kasus ini, Prasetijo didakwa 2,5 tahun penjara ditambah denda Rp. 100 juta subsider 6 bulan penjara. Menurut jaksa, pemberian uang tersebut dalam dua kesempatan, yakni pada 27 April 2020, Tommy memberi uang USD 50.000 di gedung TNCC Polri. togel online

Kemudian, Tommy memberikan uang USD 50.000 kepada Prasetijo di dekat kantor Mabes Polri pada 7 Mei 2020. “Terdakwa menghubungkan Tommy Sumardi dengan Kepala Divisi Hubungan Internasional Polri, Inspektur Jenderal Napoleon Bonaparte, padahal dia tahu Tommy Sumardi itu.

kepentingan mengurus red notice Djoko Tjandra sebagai terpidana, ”kata Jaksa Penuntut Umum Zulkipli di Pengadilan Tipikor di Jakarta, Senin (8/2/2021) dikutip dari Antara. Sedangkan Tommy divonis 2 tahun penjara dan denda Rp. 100 juta, anak perusahaan 6 bulan dalam kasus yang sama.

By adminskit

suratkabarindo merupakan berita akurat , tajam dan terpercaya di indonesia

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *