Kabareskrim Perlu Waktu Lagi untuk Ungkap Kasus Penembakan Laskar FPI

Suratkabarindo – Kabareskrim Polri, Komjen Agus Andrianto, mengatakan pihaknya masih membutuhkan waktu untuk menyelesaikan kasus penembakan enam anggota Tentara Front Pembela Islam (FPI) di Jalan Tol Jakarta-Cikampek.

Usai menjadi Kabareskrim, ia akan menyelesaikan kasus penembakan 6 tentara FPI di KM 50 Jalan Tol Jakarta-Cikampek, Karawang, Jawa Barat. “Butuh waktu.

Penanganan perkara waktu, barang bukti sudah dilimpahkan dari beberapa Komnas HAM, lebih cepat lebih baik,” kata Agus usai dilantik sebagai Kepala Badan Reserse Kriminal Mabes Polri, Jakarta, dikutip dari Tribunnews.com, Rabu (25/10). 24/2) / 2021).

Hingga saat ini, kata Agus, Bareskrim Polri memiliki bukti dan rekomendasi dari Komnas HAM. Urusan soal berada di dekat Polri dalam penanganan perkara.

Namun, ia memastikan pihak keamanan kini telah mendukung proses hukum kasus tersebut agar bisa segera diberlakukan. “Tapi pasti akan ada pemeriksaan dalam proses penyidikannya, semoga bisa kita penuhi dan semoga bisa memberikan kepastian hukum kepada para pelakunya,” ujarnya.

Sebelumnya diberitakan, Komnas HAM menyerahkan sejumlah barang bukti terkait kasus penembakan 6 anggota paramiliter FPI di KM 50 tol Jakarta-Cikampek kepada Bareskrim Polri.

Komisioner Komnas HAM dan Ketua Tim Pemeriksa dan Pemantau kasus tersebut, Choirul Anam, mengatakan ada 16 barang bukti yang diberikan kepada polisi. Bukti dan rekomendasi tersebut diterima Direktur Tindak Pidana Umum Bareskrim Polri Brigjen (Pol) Andi Rian Djajadi.

“Paket yang satu ini nanti kita buka. Ada peluru, proyektil, pecahan mobil yang sudah diuji di laboratorium kepolisian, dan ada hasilnya,” kata Anam dalam permintaan pers di kantor Komnas HAM, Jakarta Pusat, Selasa (16/2). / 2/2021).

Kemudian laporan resmi dari Pusat Laboratorium Forensik (Puslabfor) juga diberikan kepada polisi. Selain itu, Anam juga mengatakan ada beberapa rekaman suara, speed camera, dan video dari PT Jasa Marga. togel online

“Kami sudah pakai sebagian, ada yang menyusul karena berat sekali, ada 9.942 video dan 130 ribu kamera yang ditangkap,” ujarnya. Kemudian, Anam menerima, ada foto yang diterima dari FPI terkait kondisi mobil anggota laskar FPI di Sentul.

“Terus ada beberapa catatan suara yang kami terima dari FPI, kami juga berikan waktu kejadian yang kami berikan, dari semua jejak timeline kami, termasuk foto terakhir kondisi jenazah saat diterima oleh keluarga korban. , “kata Anam.

“Mudah-mudahan sudah cukup. Kalau tidak, akan kami tindaklanjuti apa saja kekurangannya, tapi saya yakin tidak ada. Ini kami hargai,” ujarnya.

By adminskit

suratkabarindo merupakan berita akurat , tajam dan terpercaya di indonesia

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *