JPU Tak Bisa Hadir Gus Yaqut dan Said Aqil Siradj, Sidang Gus Nur ditunda

Suratkabarindo – Majelis hakim menunda persidangan kasus dugaan ujaran kebencian dan penghinaan terhadap Nahdlatul Ulama (NU) dengan terdakwa Sugi Nur Rahardja alias Gus Nur di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Selasa (9/1/2021).

Pasalnya, jaksa penuntut umum (JPU) belum bisa menghadirkan dua saksi yang dihadirkan. Dua saksi yang dimaksud, yakni Ketua Gerakan Pemuda (PP) Ansor Yaqut Cholil Qoumas dan Ketua Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Said Aqil Siradj.

“Kami tidak bisa menghadirkan saksi Yang Mulia, jadi mohon izin ditunda selama satu minggu, Yang Mulia. Pak Gus Yaqut dan KH Said Aqil,” kata jaksa Didi AR di persidangan, dikutip dari Tribunnews.com. Ketua Majelis Hakim Toto Ridarto juga menetapkan penundaan sidang hari ini.

Sidang selanjutnya akan digelar pada 16 Februari 2021. “Itu karena jaksa tidak bisa menghadirkan saksi hari ini, sehingga sidang ditunda minggu depan,” kata hakim Toto.

Dalam hal ini Sugi didakwa dengan sengaja dan tanpa hak menyebarkan informasi sehingga menimbulkan kebencian atau permusuhan terhadap individu dan / atau kelompok masyarakat tertentu berdasarkan SARA.

Pernyataan tersebut merujuk ketika Gus Nur membandingkan NU dengan bus umum yang sopirnya mabuk, kondekturnya mabuk, kernetnya nekat, dan isi busnya PKI, liberal, dan sekuler. togel online

Gus Nur didakwa melanggar Pasal 45A ayat (2) juncto Pasal 28 ayat (2) Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2016 tentang Perubahan atas Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE) dan Pasal 45 ayat (3). juncto Pasal 27 ayat (3) UU ITE.

By adminskit

suratkabarindo merupakan berita akurat , tajam dan terpercaya di indonesia

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *