Jokowi Tekankan Pentingnya Sense of Crisis di Situasi Pandemi Covid-19

Suratkabarindo – Presiden Joko Widodo kembali menekankan pentingnya “sense of crisis” atau kepekaan dalam menghadapi krisis akibat pandemi Covid-19.

Hal tersebut disampaikan Jokowi di hadapan sejumlah kepala daerah dan kader Partai Golkar pada peluncuran online Sekolah Pemerintahan dan Kebijakan Publik Partai Golkar, Selasa (2/2/2021).

“Saya minta kepada seluruh kader Partai Golkar maupun calon kepala daerah untuk belajar dan menimba pengalaman dari situasi saat ini, pentingnya memiliki perasaan bahwa situasi yang kita hadapi tidak biasa, sehingga ada rasa krisis,” kata Jokowi. .

Menurut Jokowi, dalam menghadapi krisis kesehatan dan ekonomi akibat pandemi, diperlukan kecerdasan, pengetahuan tentang situasi lapangan, dan penguasaan manajemen lapangan.

Selain itu juga dibutuhkan kemampuan untuk melihat rintangan dan rintangan, hingga kecepatan menemukan solusi untuk memecahkan masalah. Stakeholder juga dinilai dapat menemukan jalan pintas yang cerdas, melakukan terobosan-terobosan inovatif, dan tidak terjebak dalam prosedur administrasi.

“Dan yang terpenting adalah outcome-oriented, result-oriented, dan berorientasi pada kemajuan dan kesejahteraan rakyat,” kata Jokowi.

Diakui Jokowi, saat ini pemerintah mengerahkan seluruh sumber daya untuk mengatasi pandemi. Salah satunya melalui vaksinasi Covid-19.

Vaksinasi bertujuan untuk memutus mata rantai penyebaran virus corona. Selain kesehatan, kata dia, pemerintah juga terus mendorong pemulihan ekonomi.

“Menyeimbangkan rem dan gas, mengendalikan penyebaran virus serta melaksanakan berbagai program pemulihan ekonomi nasional, menyiapkan berbagai kebijakan dan program untuk menjawab peluang pasca pandemi yang akan memicu perekonomian bergerak lebih cepat,” ujarnya.

Ke depan, lanjut Jokowi, permasalahan yang dihadapi Indonesia dalam hal ini masih belum selesai, bahkan ke depan akan semakin kompleks. Oleh karena itu, diperlukan kerja sama semua pihak untuk menghadapi pandemi ini. togel online

“Penanganan krisis dibutuhkan dengan cepat dan tepat,” ujarnya.

Sebelumnya Jokowi sempat menyinggung “sense of crisis” di hadapan para menterinya sekitar Juni 2020.

Melalui video yang disiarkan YouTube Sekretariat Presiden, Minggu (28/6/2020), Jokowi melontarkan pernyataan tegas dan menyoroti kinerja para menteri kabinetnya.

Jokowi menilai para menterinya tidak memiliki sense of crisis di tengah pandemi virus corona.

By adminskit

suratkabarindo merupakan berita akurat , tajam dan terpercaya di indonesia

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *