Jokowi dan PM Malaysia Bahas MoU Perlindungan Pekerja Rumah Tangga asal Indonesia

Suratkabarindo – Presiden Joko Widodo dan Perdana Menteri Malaysia Muhyiddin Yasin melakukan pembicaraan empat mata di Istana Merdeka, Jumat (5/2/2021).

Selain masalah global dan regional, keduanya juga membahas masalah Tenaga Kerja Indonesia (TKI) yang selama ini menjadi konsentrasi kedua negara.

Dalam keterangan persnya, Muhyiddin menyebut ada tiga isu terkait buruh migran yang dibicarakan. Pertama, tentang jalur masuk pekerja migran dari Indonesia. Muhyiddin meminta Jokowi memastikan TKI menggunakan jalur hukum saat akan bekerja di Malaysia.

“Saya sudah meminta kerja sama Presiden untuk meningkatkan upaya agar WNI yang ingin bekerja di Malaysia masuk ke Malaysia melalui jalur yang sah,” kata Muhyiddin dalam keterangan pers yang disiarkan di YouTube Sekretariat Presiden, Jumat.

Ia mengapresiasi langkah Presiden Jokowi yang telah memfasilitasi deportasi TKI yang bekerja secara ilegal di Malaysia.

Muhyiddin mengungkapkan, pemerintah Malaysia memiliki dua program bagi pekerja migran, yaitu Program Rekalibrasi Kepulangan (PRP) dan Program Kalibrasi Ulang Tenaga Kerja (PRTK) yang sedang berlangsung hingga 30 Jun 2021. Kedua program tersebut dapat membantu pekerja migran yang kembali ke Indonesia. atau ingin kembali bekerja di Malaysia.

“Saya sudah meminta kepada Presiden agar Perwakilan RI di Malaysia bisa mengeluarkan (mensosialisasikan) Program Kalibrasi Ulang (PRP) dan Program Kalibrasi Ulang Tenaga Kerja (PRTK) yang sedang berlangsung sehingga 30 Jun 2021,” kata Muhyiddin. Isu kedua terkait perlindungan pekerja migran Indonesia dan pekerja rumah tangga (PDI) di Malaysia.

Muhyiddin mengatakan, Kerajaan Malaysia akan terus bekerja sama dengan Indonesia untuk memastikan pengambilan dan perlindungan TKI dan PDI sesuai regulasi yang berlaku di kedua negara.

Ketiga, khusus untuk PDI, kedua negara akan membuat memorandum of understanding (MoU) perlindungan yang disebut MoU Ketenagakerjaan dan Perlindungan Pekerja Rumah Tangga Indonesia di Malaysia. “Agar sejalan dengan aspirasi hukum ketenagakerjaan masing-masing negara,” tambah Muhyiddin.

Dalam kesempatan yang sama, Presiden Joko Widodo juga menyampaikan sejumlah poin pembahasan tentang perlindungan Tenaga Kerja Indonesia (TKI). Jokowi mengatakan kedua negara perlu membangun sistem satu saluran agar penempatan TKI bisa lebih baik.

Kedua negara juga perlu membangun one channel system agar masalah penempatan TKI bisa terlaksana dengan lebih baik. Untuk mencegah TKI (TKI) menjadi korban perdagangan manusia, “kata Jokowi dalam keterangan pers yang disiarkan di YouTube Kepresidenan. Sekretariat, Jumat. Dari sisi Indonesia, Jokowi menekankan pentingnya pembuatan kesepakatan atau MoU baru tentang penempatan dan perlindungan PRT asal Indonesia. togel online

“Terkait perlindungan TKI, saya tegaskan pentingnya pembuatan MoU baru tentang penempatan dan perlindungan PRT di Malaysia,” lanjutnya. Selain itu, Jokowi juga menyinggung tentang perlindungan WNI yang saat ini tinggal di Malaysia. Jokowi menyampaikan apresiasinya kepada pemerintah Malaysia yang telah melindungi WNI selama pandemi Covid-19.

“Saya menyampaikan apresiasi, apresiasi atas kerja sama dalam melindungi WNI di Malaysia, khususnya pada saat pandemi,” kata Jokowi. Dan saya kembali menitipkan WNI di Malaysia kepada pemerintah Malaysia, tambahnya.

Sebelumnya, Perdana Menteri Malaysia Muhyiddin Yassin tiba di Istana Merdeka, sekitar pukul 10.35 WIB. Presiden Joko Widodo menyambut kedatangan Muhyiddin Yassin dengan upacara resmi dan dihadiri sejumlah menteri termasuk Menteri Luar Negeri Retno Marsudi dan Menteri Sekretaris Negara Pratikno.

Muhyiddin Yassin akan menjadi tamu negara pertama Indonesia pada tahun 2021. Selain itu, kunjungan ke Indonesia ini akan menjadi kunjungan luar negeri pertama sejak Muhyiddin Yassin menjabat sebagai Perdana Menteri Malaysia pada 1 Maret 2020.

By adminskit

suratkabarindo merupakan berita akurat , tajam dan terpercaya di indonesia

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *