Jika mereka nekat melakukan protes, militer Myanmar mengancam para demonstran hingga 20 tahun penjara

Suratkabarindo – Militer Myanmar mengancam para demonstran bahwa mereka bisa menghadapi hukuman penjara hingga 20 tahun jika menghalangi angkatan bersenjata. Junta militer juga mengancam akan menjatuhkan hukuman penjara dan denda bagi siapa saja yang menghasut atau menghina pemimpin militer.

Ancaman itu dilakukan saat kendaraan lapis baja dikerahkan di jalanan beberapa kota di Myanmar, Senin (15/2/2021). Sementara itu, ratusan ribu orang telah mengambil bagian dalam unjuk rasa menentang kudeta selama beberapa hari terakhir.

Para demonstran menuntut pemimpin de facto Myanmar Aung San Suu Kyi dan sejumlah tokoh lainnya yang ditahan oleh junta militer. Pada hari Senin, pengacara Suu Kyi, Khin Maung Zaw, mengatakan bahwa Suu Kyi masih akan ditahan selama dua hari ke depan.

Suu Kyi selanjutnya akan diadili di pengadilan Naypyidaw, Rabu (17/2/2021). Suu Kyi dan sejumlah pejabat dari Liga Nasional untuk Demokrasi (NLD) ditangkap oleh militer Myanmar pada 1 Februari.

Militer mengatakan Suu Kyi ditahan karena memiliki perangkat komunikasi ilegal, termasuk walkie-talkie yang digunakan oleh staf keamanan. Partai NLD Aung San Suu Kyi sebenarnya memenangkan pemilu Myanmar yang diadakan pada tahun 2020.

Namun, militer Myanmar menolak kemenangan tersebut dan mengatakan ada kecurangan dalam pemilu. Seperti diberitakan Kompas.com sebelumnya, masyarakat Myanmar panik dan khawatir setelah muncul kabar bahwa militer telah mengerahkan preman untuk membuat kerusuhan.

Para preman tersebut diduga bekerja untuk TNI dan berencana membakar, merampok dan meracuni sumur milik masyarakat, seperti dilansir Arab News, Sabtu (13/2/2021). Masyarakat Myanmar juga semakin khawatir setelah junta militer membebaskan 23.000 tahanan pada Jumat (12/2/2021) melalui amnesti.

Salah satu penduduk Hlaing di Yangon, Aye Kyu, 54, mengatakan dia dan tetangganya berjaga-jaga di lingkungannya setiap malam. Mereka mulai berpatroli sejak Jumat ketika junta militer membebaskan lebih dari 23.000 tahanan. togel online

“Ini sangat mirip dengan situasi hanya beberapa hari sebelum tindakan brutal militer terhadap pengunjuk rasa pada tahun 1988,” kata Aye kepada Arab News. Ia menambahkan, saat itu junta militer juga mengerahkan preman untuk membuat kerusuhan dan kekacauan.

“Mereka sekarang membutuhkan alasan untuk menindak kami. Jadi mereka menciptakan situasi kacau dengan membuat orang merasa tidak aman dan merespons dengan panik, ”tambah Aye.

By adminskit

suratkabarindo merupakan berita akurat , tajam dan terpercaya di indonesia

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *