Jet tempur Rusia menghancurkan tempat persembunyian ISIS dengan 95 serangan udara

Suratkabarindo – Jet tempur Rusia dilaporkan telah menyapu tempat persembunyian ISIS melalui 95 serangan udara dalam 24 jam terakhir. Dalam video yang dirilis oleh angkatan udara, pesawat sedang membombardir markas kelompok tersebut di gurun pasir.

Serangan kilat dari udara terjadi setelah Moskow melihat peningkatan aktivitas sel tidur ISIS dalam dua tahun terakhir.

Pengeboman jet tempur Rusia terjadi setelah awal pekan ini, empat tentara Suriah tewas dan 10 lainnya cedera dalam penyergapan. Harian Asharq al-Awsat melaporkan bahwa ISIS mengklaim berada di balik serangan yang terjadi di jalan antara Deir Ezzor dan Palmyra.

Saat itu, pasukan pemerintah baru saja memulai operasi militer besar-besaran untuk mengamankan jalur strategis dan kawasan sekitarnya. Keamanan Suriah mengatakan mereka mengidentifikasi tempat persembunyian ISIS di wilayah gurun di Provinsi Homs.

Pesawat tempur “Negeri Beruang Merah” kemudian terbang dan melancarkan 95 serangan udara. Menghancurkan gedung dan kendaraan yang digunakan untuk menyerang. “Pasukan Rusia mendeteksi dan secara efektif meratakan fasilitas ISIS,” lapor situs web nasionalis Russian Spring.

Dalam video yang dirilis Kremlin, terlihat sejumlah bangunan di gurun pasir ditembakkan oleh jet tempur sebelum ledakan terjadi.

“Angkatan Udara Rusia dengan cepat menemukan dan menghancurkan sarang teroris, dan sebuah truk pickup yang menghancurkan pasukan Suriah,” situs tersebut mengulas.

Observatorium Suriah untuk Organisasi Pemantau Hak Asasi Manusia melaporkan bahwa pemboman terjadi di segitiga Aleppo-Raqqa-Hama, dan jalan Deir Ezzor ke Homs. togel online

Dilansir The Sun Rabu (27/1/2021), milisi Al-Quds yang didukung Iran bergabung dengan Damaskus dan berpatroli di pangkalan ISIS lainnya. Seminggu yang lalu, Rusia juga melakukan hingga 40 serangan udara terhadap markas Daesh (singkatan dari ISIS dalam bahasa Arab).

Serangan itu difokuskan di Aleppo, Hama dan Raqqa setelah 10 tentara Rusia tewas dalam ledakan ranjau. Ketika mendeklarasikan dirinya sebagai kekhalifahan pada Juni 2014, kelompok tersebut menguasai sebagian wilayah Suriah dan Irak.

Koalisi internasional pimpinan AS kemudian melancarkan operasi militer, dengan tekanan juga dilakukan oleh Iran. Wilayah kekuasaan secara bertahap menyusut dengan Maret 2019, benteng terakhir mereka di Baghouz direbut oleh koalisi internasional.

By adminskit

suratkabarindo merupakan berita akurat , tajam dan terpercaya di indonesia

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *