Jaksa Agung Mengaku Dipuji Pemain Saham Usai Menetapkan Benny Tjokro sebagai Tersangka

Suratkabarindo – Jaksa Agung ST Burhanuddin mengaku mendapat apresiasi dari para pelaku saham karena telah menangkap dan menetapkan Benny Tjokrosaputra dan Heru Hidayat sebagai tersangka kasus korupsi.

Menurut dia, pasca penetapan Benny Tjokro dan Heru Hidayat sebagai tersangka, kondisi saham menjadi lebih normal dan kepercayaan masyarakat terhadap saham meningkat.

“Semua pemain saham mengenal mereka, tidak ada yang tidak tahu, mereka sudah menjadi juara. Begitu kami mengambil tindakan terhadap mereka berdua, mereka terkejut, hebat, berani.

Itu yang pertama saya dapat dari pemain saham, ”kata Burhanuddin seperti dikutip Antara, Sabtu (6/2/2021).

Benny Tjokro dan Heru Hidayat kini menjadi tersangka dua kasus korupsi, yakni kasus korupsi di PT Asuransi Jiwasraya dan PT Asabri.

Menurut Burhanuddin, cara mereka mengekstraksi dana negara tidak jauh berbeda dalam kedua kasus tersebut. Dalam kasus korupsi PT Asabri, Benny Tjokro dan Heru Hidayat menguasai seluruh aktivitas investasi perseroan pada 2012-2019.

Dalam kasus ini, Kejaksaan Agung menetapkan delapan tersangka, termasuk Benny Tjokro dan Heru Hidayat. Burhanuddin juga membenarkan jumlah tersangka kasus korupsi di PT Asabri akan terus bertambah.

“Insya Allah akan meningkat, saya jamin tidak akan berhenti sampai di sini, apalagi yang berusaha menyembunyikan aset para pelaku, saya ingin membidik kemana saja, saya akan sikat, apalagi siapapun,” ujarnya.

Ia juga menyatakan akan “melenyapkan” pihak-pihak yang melindungi tersangka kasus korupsi PT Asabri.

Burhanuddin menegaskan Kejaksaan Agung dalam menjalankan aturan perundang-undangan dalam mengusut mega kasus dugaan korupsi. “Nggak ada siapa-siapa, ada orang kuat, tidak ada orang kuat, Benny Tjokro ‘cadangan’, kita akan sikat.

Insya Allah saya akan menjalankan peraturan perundang-undangan, tidak ada, kuat tidak kuat, kita adalah aman. Pelaksanaan tugas kita. Selama ini baik-baik saja. Insya Allah tidak ada masalah, ”ucapnya.

Pada Senin (1/2/2021), Kejaksaan Agung menetapkan delapan tersangka kasus dugaan korupsi di PT Asabri. Dua di antaranya mantan Direktur Utama PT Asabri, Adam R Damiri, dan Sonny Widjaja. togel online

Adam Damiri menjabat sebagai direktur utama periode 2011-Maret 2016. Sedangkan Sonny menjabat sebagai direktur utama periode Maret 2016-Juli 2020. Enam tersangka lainnya, yaitu BE sebagai Direktur Keuangan PT Asabri periode Oktober 2008-Juni 2014 dan HS sebagai Direktur PT Asabri periode 2013 -2014 dan 2015-2019.

Ada pula IWS sebagai Kepala Divisi Investasi PT Asabri Juli 2012-Januari 2017 dan LP sebagai Direktur Utama PT Prima Network. Kemudian Heru Hidayat sebagai Direktur PT Trada Alam Minera dan Direktur PT Maxima Integra dan Benny Tjokrosaputro sebagai Direktur PT Hanson Internasional.

Kepala Badan Penerangan Hukum Kejaksaan Agung Leonard Eben Ezer Simanjuntak mengatakan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) saat ini sedang menghitung total kerugian keuangan negara akibat korupsi di PT Asabri. Namun, kerugian negara diperkirakan mencapai Rp 23,73 triliun. “Kerugian keuangan negara sedang dihitung oleh BPK dan saat ini Rp 23,73 triliun,” kata Leonard.

By adminskit

suratkabarindo merupakan berita akurat , tajam dan terpercaya di indonesia

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *