Istilah "mahar" dan "lengan pendek empat lembar" diturunkan di jemaah Rohadi ...

Suratkabarindo – Jaksa Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menyinggung sejumlah istilah yang diduga sebagai kode suap dalam kasus mantan panitera PN Jakarta Utara, Rohadi.

Sidang Kamis (11/2/2021) dijadwalkan memeriksa dua saksi, yakni anggota DPR dari Fraksi PDI Perjuangan Jimmy Demianus Ijie dan mantan Ketua DPRD Papua Barat Robert Melianus Nauw. Awalnya, Kuasa Hukum Takdir Suhan membenarkan istilah “Mas Kawin” dalam Berita Acara Pemeriksaan (BAP) saksi Robert.

“Kemudian disampaikan juga yang intinya saksi segera melunasi ‘mas Kawin’-nya, benarkah transmisi seperti itu, ada istilahnya mas Kawin ?,” tanya Jaksa Takdir dalam persidangan di Pengadilan Tipikor di Jakarta, Jakarta.

Jakarta, Kamis, dikutip dari Tribunnews.com. Betul, “jawab Robert. Namun, Robert tidak menjelaskan lebih jauh apa yang dimaksud dengan istilah ini. Selain itu, ada juga istilah” Kaos Lengan Pendek Empat Lembar “yang tertulis di BAP Robert.

” Yang dia maksud adalah uangnya. yang sebelumnya dia sepakati dalam bentuk ‘Kaos Lengan Pendek Empat Lembar’, istilah apa ini juga ?, “tanya jaksa kepada Robert dan dibenarkan oleh Robert.” Yang dimaksud Rp. 400 juta ?, ”tanya Pengacara Takdir lagi kepada Robert.“ Iya betul, ”jawab Robert.

Sedangkan Jimmy dan Robert adalah mantan anggota DPRD Papua Barat yang terjerat kasus korupsi. Dalam dakwaan Rohadi, Robert dan Jimmy disebut-sebut menyuap Rohadi sekitar Rp. 1,2 miliar melalui beberapa perantara pada 2015.

Suap tersebut diduga berupaya agar Robert dan Jimmy dibebaskan di tingkat kasasi. Robert dan Jimmy dibantu oleh Hakim Ad Hoc Pengadilan Tinggi Jayapura Julius C Manupapam dan Ketua Pengadilan Tinggi Jayapura Sudiwardono dalam upayanya untuk mendapatkan pembebasan di Mahkamah Agung. togel online

Dalam kasus ini, Rohadi didakwa menerima suap aktif sebesar Rp 1,21 miliar, suap pasif sebesar Rp. 3,453 milyar, gratifikasi sebesar Rp. 11,5 milyar, dan pencucian uang sampai dengan Rp. 40,58 miliar. Menurut jaksa, jumlah uang yang diterima Rohadi itu disebut gratifikasi karena diduga terkait dengan pengurusan perkara atau proses persidangan, atau terkait dengan posisi Rohadi.

Saat ini Rohadi menjalani hukuman di Lapas Sukamiskin Bandung, divonis 7 tahun penjara setelah terbukti menerima suap untuk menangani kasus asusila pedangdut Saipul Jamil pada tahun 2016.

By adminskit

suratkabarindo merupakan berita akurat , tajam dan terpercaya di indonesia

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *