Iran Tidak Akan Mematuhi Perjanjian Nuklir Sampai AS Mengundurkan Sanksi

Suratkabarindo – Pemimpin tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei pada Minggu (7/2/2021) mengatakan Amerika Serikat (AS) harus terlebih dahulu mencabut total sanksi, sebelum Iran kembali mematuhi kesepakatan nuklir tersebut.

“Jika mereka ingin Iran kembali pada komitmennya … Amerika harus sepenuhnya mencabut sanksi, dan tidak hanya dalam kata-kata atau kertas,” kata Khamenei dalam pidato yang disiarkan televisi kepada para komandan Angkatan Udara.

“Sanksi harus dicabut secara riil, kemudian kami akan verifikasi dan melihat apakah memang benar-benar dicabut, lalu kembali (patuhi),” tambahnya.

Nasib perjanjian nuklir 2015 sekarang berada dalam ketidakpastian, setelah Donald Trump mundur pada 2018 dan menjatuhkan sanksi lagi pada Iran.

Teheran setahun kemudian menangguhkan kepatuhannya, dengan hanya sebagian besar poin yang melekat padanya. Sekarang pemerintahan baru Presiden Joe Biden telah menyatakan kesediaan untuk masuk kembali ke dalam perjanjian, tetapi menuntut agar Iran terlebih dahulu melanjutkan kepatuhan penuh.

Iran mengumumkan pada 4 Januari bahwa mereka telah meningkatkan proses pengayaan uraniumnya hingga kemurnian 20 persen, jauh di atas 3,67 persen yang diizinkan dalam perjanjian tersebut.

Meski begitu, 20 persen masih jauh di bawah angka yang dibutuhkan untuk sebuah bom atom.

Kondisi ini kemungkinan akan membatasi inspeksi nuklir hingga 21 Februari, jika sanksi AS tidak dicabut atau pihak-pihak penting lainnya dalam perjanjian tidak membantu Teheran untuk mematuhi, menurut undang-undang yang disahkan oleh parlemen pada bulan Desember.

Menurut Khamenei, Iran berhak menentukan syarat-syarat perjanjian selanjutnya karena pada akhirnya tetap patuh, berbeda dengan AS dan tiga anggota perjanjian dari Eropa, yakni Inggris, Prancis, dan Jerman yang melanggar semua komitmennya. togel online

“Tidak ada seorang pun di Republik Islam yang peduli dengan omong kosong yang diklaim oleh mereka yang tidak memiliki hak atas apa pun,” katanya. Khamenei juga menekankan bahwa persyaratan yang ditetapkan Teheran untuk AS adalah kebijakan absolut Iran.

Sebelumnya pada Senin (1/2/2021) Menteri Luar Negeri Iran Mohammed Javad Zarif meminta Uni Eropa untuk mengoordinasikan sinkronisasi Washington dan Teheran dalam kesepakatan nuklir, setelah kebuntuan diplomatik mengenai siapa yang akan bertindak lebih dulu.

By adminskit

suratkabarindo merupakan berita akurat , tajam dan terpercaya di indonesia

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *