Ini Strategi Pemerintah Kejar Target Vaksinasi Covid-19

Suratkabarindo – Juru Bicara Vaksinasi Covid-19 Kementerian Kesehatan, Siti Nadia Tarmizi mengatakan, pemerintah akan menambah fasilitas pelayanan kesehatan (fasyankes), vaksinasi, dan jam pelayanan untuk mengejar target vaksinasi Covid-19.

Ini akan menjadi strategi pemerintah untuk mempercepat proses vaksinasi Covid-19 untuk menghentikan pandemi. Ia mengatakan, saat ini kapasitas suntikan vaksin Covid-19 masih 60.000 hingga 80.000 suntikan per hari.

Jumlah ini harus ditingkatkan untuk memenuhi target vaksinasi tahap pertama sebanyak 40,2 juta orang yang berlangsung dari Januari hingga April.

“Saat ini fasilitas kesehatan yang terdaftar baru 10.030. Kami akan menambahnya dengan mendirikan pos-pos vaksinasi Covid-19. Selain itu, kami berharap ada tambahan hari lahir 7×24 jam mulai pukul 08.00 hingga 16.00,” ujar Siti dalam diskusi virtual yang digelar.

oleh Ikatan Ahli Bedah Onkologi Indonesia, Rabu (10/2/2021). “Selain itu kami juga menambah vaksinasi. Diharapkan akhir Februari sudah ada 81.770 vaksinasi,” kata Siti. Hingga saat ini, baru 41.441 vaksinasi yang telah ditetapkan untuk menyuntikkan vaksin Covid-19.

Siti optimistis ke depan proses vaksinasi Covid-19 akan lebih cepat dengan penambahan fasilitas kesehatan, jam pelayanan, dan vaksinasi. “Dan pada April nanti kami akan mulai memberikan vaksin kepada masyarakat luas,” kata Siti.
Sedangkan untuk tahap pertama yang akan berlangsung dari Januari hingga April mendatang, pemerintah menargetkan suntikan vaksin kepada 1,3 juta tenaga kesehatan, 17,4 juta pejabat publik, dan 21,5 juta lansia.

Tahap pertama berlangsung dari Januari hingga April. Pemerintah menargetkan suntikan vaksin kepada 1,3 juta tenaga kesehatan, 17,4 juta pejabat publik, dan 21,5 juta lansia. togel online

Sebelumnya, Bloomberg pada Jumat (5/2/2021) telah menyampaikan laporan penanganan pandemi dan upaya vaksinasi Covid-19 di berbagai negara di dunia. Berdasarkan kalkulasi Bloomberg, proses vaksinasi di Indonesia masih kalah cepat dibandingkan di negara lain.

Dengan tingkat vaksinasi saat ini, diperkirakan Indonesia hanya akan mampu mencapai 75 persen populasi untuk divaksinasi dan mengakhiri pandemi dalam waktu sekitar 10 tahun.

Indonesia tidak sendiri, dengan analisis serupa, India dan Rusia juga memiliki perkiraan waktu yang sama, yakni menunggu hingga satu dekade. Prediksi tersebut dilakukan setelah Bloomberg membangun database suntikan vaksinasi Covid-19 di seluruh dunia.

By adminskit

suratkabarindo merupakan berita akurat , tajam dan terpercaya di indonesia

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *