Ini Peran 2 Tersangka yang Ditahan KPK, Korupsi Proyek Jalan di Kabupaten Bengkalis

Suratkabarindo – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menahan Komisaris PT Arta Niaga Nusantara (PT ANN) Handoko Setiono dan Direktur PT ANN Melia Boentaran terkait dugaan korupsi dalam proyek tahun jamak perbaikan Jalan Lingkar Batu, Siak Kecil, Bengkalis Kabupaten untuk tahun anggaran 2013-2015.

Wakil Ketua KPK Lili Pintauli Siregar mengatakan kedua tersangka diduga berperan aktif dalam memenangkan tender proyek perbaikan jalan tersebut.

“HS (Handoko Setiono) diduga berperan aktif dalam proses lelang untuk memenangkan PT ANN (Arta Niaga Nusantara),” kata Lili dalam jumpa pers, Jumat (5/2/2021). “Padahal sejak awal pelelangan, PT ANN dinyatakan batal demi hukum pada penahanan prakualifikasi,” ujarnya.

Lili mengatakan Handoko Setiono diduga memalsukan berbagai dokumen di Kantor PUPR Kabupaten Bangkalis untuk memenangkan PT ANN. Sedangkan Melia Boentaran diduga memberikan sejumlah uang kepada sejumlah petugas layanan PUPR di Kabupaten Bengkalis untuk memenangkan proyek tersebut.

Selanjutnya untuk kepentingan penyidikan, KPK menahan para tersangka selama 20 hari ke depan mulai hari ini hingga 24 Februari 2021. Tersangka Handoko Setiono ditahan di Rutan Klas I, Jakarta Timur, Cabang KPK di Pomdam Jaya Guntur, sedangkan di Melia Boentaran ditahan di Rutan Kelas I Jakarta Timur Cabang KPK di Gedung Merah Putih.

“Sebagai upaya mencegah penyebaran Covid-19 di Rutan KPK, tentunya para tersangka seperti biasa akan melakukan isolasi mandiri selama 14 hari di Rutan KPK di Lot C1,” kata Lili. Dalam kasus ini, KPK menetapkan 10 tersangka kasus dugaan korupsi proyek perbaikan jalan di Kabupaten Bengkalis.

Ada empat proyek perbaikan jalan yang diduga korup, yakni Jalan Lingkar Bukit Batu-Siak Kecil, Jalan Lingkar Pulau Bengkalis, Jalan Lingkar Duri Barat, dan Jalan Lingkar Timur. Berdasarkan hasil perhitungan awal, diduga perbuatan para tersangka tersebut mengakibatkan kerugian keuangan negara sekitar Rp. 475 miliar.

Kesepuluh tersangka dalam kasus ini terdiri dari pejabat proyek, kontraktor atau rekanan, serta pihak lain yang diduga terlibat dalam penganggaran dan pelaksanaan proyek. Lalu, delapan kontraktor, yakni Handoko Setiono, Melia Boentaran, Tirtha Adhi Kazmi, I Ketut Surbawa, Petrus Edy Susanto, Didiet Hadianto, Firjan Taufa, Victor Sitorus, dan Suryadi Halim. togel online

Atas perbuatannya, kesepuluh tersangka tersebut diduga melanggar Pasal 2 ayat (1) atau Pasal 3 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi. Tindak Pidana Korupsi Jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.

By adminskit

suratkabarindo merupakan berita akurat , tajam dan terpercaya di indonesia

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *