Hukuman 10 Tahun Penjara Jaksa Pinangki, ICW Singgung Rendah Gugatan Jaksa

Suratkabarindo – Indonesia Corruption Watch (ICW) menilai hukuman 10 tahun penjara bagi Jaksa Pinangki Sirna Malasari menunjukkan betapa ringannya tuntutan jaksa penuntut umum (JPU).

Sebelumnya jaksa menuntut Pinangki divonis 4 tahun penjara dan denda Rp. 500 juta, subsider 6 bulan penjara.

Rentang hukuman antara tuntutan jaksa dan putusan hakim juga menggambarkan ketidakseriusan Jaksa Agung dalam melihat kejahatan yang dilakukan Pinangki, kata peneliti ICW Kurnia Ramadhana dalam keterangannya, Selasa (9/2/2021).

Selain hukuman 10 tahun, Pinangki juga diharuskan membayar denda sebesar Rp. 600 juta subsider 6 bulan penjara dalam kasus korupsi terkait pengelolaan fatwa di Mahkamah Agung (MA).

Fatwa tersebut diatur agar Joko Soegiarto Tjandra alias Djoko Tjandra bisa kembali ke Indonesia tanpa menjalani hukuman dua tahun penjara dalam kasus korupsi pengalihan hak penagihan (cessie) Bank Bali.

Meski lebih tinggi dari tuntutan jaksa, Kurnia menilai putusan tersebut masih belum cukup memberikan efek jera. “ICW yakin vonis yang tepat terhadap Pinangki adalah 20 tahun penjara,” ujarnya.

Menurut ICW, masih ada sejumlah tanda tanya dalam kasus tersebut. Salah satunya, apakah ada orang lain di balik Pinangki yang menjadi penjamin sehingga Djoko Tjandra memercayai jaksa. Karena itu, ICW juga mendesak Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mulai mengusut pihak lain yang diduga terlibat.

“Apalagi mencari tahu siapa sebenarnya ‘Raja Pembuat’ yang ada di lingkaran kejahatan Pinangki dan Joko S Tjandra,” ujarnya.

Sebelumnya, menurut Koordinator Masyarakat Anti Korupsi Indonesia (MAKI) Boyamin Saiman, sosok raja pembuat membantu Pinangki dan seorang saksi bernama Rahmat bertemu dengan Djoko Tjandra untuk membahas penyusunan fatwa di MA.

Boyamin juga menuturkan, sosok pembuat raja tersebut berusaha menggagalkan peninjauan kembali (PK) yang diajukan Djoko Tjandra. togel online

Dalam kasus ini, Pinangki dinyatakan bersalah atas tiga tindak pidana sekaligus. Pertama, Pinangki menerima suap US $ 500.000 dari Djoko Tjandra. Kedua, Pinangki terbukti melakukan tindak pidana pencucian uang sebesar US $ 375.229 atau setara dengan Rp. 5,25 miliar.

Akhirnya, Pinangki dinyatakan bersalah melakukan persekongkolan jahat dengan Djoko Tjandra, Andi Irfan Jaya, dan Anita Kolopaking karena menjanjikan US $ 10 juta kepada pejabat Kejaksaan Agung dan MA untuk mendapatkan fatwa.

By adminskit

suratkabarindo merupakan berita akurat , tajam dan terpercaya di indonesia

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *