Hasto Ungkap Alasan Megawati Tunjuk SBY Jadi Menko Polkam meski Dipermasalahkan Elite PDI-P

Suratkabarindo – Sekretaris Jenderal PDI-P Hasto Kristiyanto menyampaikan alasan Ketua Umum Megawati Soekarnoputri saat menjadi Presiden kelima Republik Indonesia yang mengangkat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) sebagai Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan (Menko Polkam).

Hal ini disampaikan Hasto menanggapi pernyataan mantan Sekretaris Jenderal Partai Demokrat Marzuki Alie tentang pernyataan mantan Ketua Umum Demokrat SBY yang mengatakan bahwa Megawati dua kali absen pada pemilihan presiden 2004. Hasto mendapatkan ceritanya dari Cornelis Lay.

Pasalnya, SBY dianggap terlibat dalam Tragedi Kerusuhan Dua Puluh Tujuh Juli (Kuda Tuli) yang meluluhlantahkan Kantor DPP PDI (nama PDI-P di era Orde Baru).

Selain diperiksa karena dianggap terlibat insiden Kuda Tuli, SBY juga diperiksa karena menantu Sarwo Edhie Wibowo yang dianggap berselisih dengan Presiden Soekarno di era Orde Lama. Namun, sikap Megawati Soekarnoputri yang mengedepankan rekonsiliasi nasional dan semangat persatuan kemudian mengatakan, “Saya menunjuk Pak SBY sebagai Menteri Koordinator Politik dan Keamanan bukan karena menantu Pak Sarwo Edhie”, kata Hasto menirukan ucapan Megawati.

pernyataan dalam keterangan tertulis, Rabu (17/2/2021). “‘Saya angkat dia karena dia TNI, Tentara Nasional Indonesia. Ada’ Indonesia ‘di TNI jadi saya tidak melihat menantu siapa dia.

Kapan bangsa Indonesia maju kalau hanya melihat masa lalu? ”kata Hasto yang masih menirukan ucapan Megawati. Hasto mengatakan, saat membentuk Kabinet Gotong Royong dengan Hamzah Haz, Megawati lebih mengutamakan semangat persatuan ketimbang ego kelompok.

Bahkan, kata Hasto, Megawati melarang masyarakat menghujat Presiden Soeharto yang sudah lengser. “Saya tidak ingin orang Indonesia memiliki sejarah kelam, menyembah Presiden saat berkuasa, dan menghujatnya saat tidak berkuasa”.

Seperti yang dikatakan Bu Megawati penuh dengan kenegarawanan seperti yang disampaikan Prof. Cornelis kepada saya, ”kata Hasto.

Sebelumnya, Marzuki membeberkan pernyataan SBY bahwa Megawati dua kali gagal dalam pemilihan presiden 2004 lalu. Saat itu, Megawati sedang mencalonkan diri sebagai presiden dengan Hasyim Muzadi sebagai wakilnya, namun kalah dari SBY-Jusuf Kalla.

Saat itu, baik SBY maupun Kalla menjabat sebagai menteri di kabinet yang dipimpin Megawati. Sbay adalah Menteri Koordinator Politik dan Keamanan dan Kalla adalah Menteri Koordinator Bidang Kesejahteraan Rakyat. togel online

“Pak SBY bilang, ‘Pak Marzuki, saya jodohkan Pak JK. Kali ini Bu Mega miss. Kali ini nyesel dua kali. Slip pertamanya pindah. Yang kedua dia ketinggalan Pak JK. Itu kalimatnya,” kata Marzuki seperti dikutip dari kanal YouTube Akbar Faisal Uncensored, Kamis (11/2/2021).

Saat ditanya lagi oleh Akbar tentang arti dari pernyataan selingkuh tersebut dua kali, Marzuki enggan membahas lebih lanjut. Akbar kemudian menanyakan kembali apakah pernyataan SBY itu berarti memang Presiden keenam Republik Indonesia itu memang sudah merencanakan pencalonan presiden sejak awal pada pemilihan presiden 2004.

Marzuki kembali enggan menjawab. Ia khawatir akan salah menafsirkan pernyataan SBY. “Saya tidak mengerti, saya tidak ingin melangkah terlalu jauh. Saya hanya menangkap pidato yang ada. Saya tidak ingin salah mengartikan nanti,” kata Marzuki.

“Orang ketinggalan dua kali bisa berarti sekarang saya mundur (dari jabatan menteri), nanti Pak JK akan mundur (dari jabatan menteri). Bisa dipertimbangkan dua kali. Tolong, persepsi masyarakat berbeda-beda,” lanjut Marzuki.

By adminskit

suratkabarindo merupakan berita akurat , tajam dan terpercaya di indonesia

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *