Ganjar Disebut Gerakan “Jawa Tengah Saja di Rumah” Yang Diatur Sesuai Kearifan Lokal

Suratkabarindo – Gubernur Jawa Tengah (Jawa Tengah) Ganjar Pranowo mengatakan, surat edaran (SE) yang mengatur gerakan atau aksi “Jawa Tengah di Rumah Saja” sudah disiapkan sesuai dengan kearifan lokal.

“Jadi tidak hanya bijak dalam mengambil kebijakan, tapi juga bijak dalam melihat kondisi daerahnya,” kata Ganjar dalam keterangan tertulis yang diterima Kompas.com, Jumat (5/2/2021).

Artinya, lanjut Ganjar, jika kawasan tersebut merupakan kawasan hijau, bupati atau walikota dipersilakan mengatur kewenangan daerahnya masing-masing dalam menyikapi kebijakan gerakan Jawa Tengah di Rumah Saja.

Ganjar menjelaskan, ada poin yang mengatur kearifan lokal dalam lingkaran itu, yakni poin 1C.

Artinya pergerakan dilakukan sesuai dengan kondisi dan kearifan lokal di masing-masing daerah. Diantaranya adalah penutupan car free day (CFD), penutupan jalan, penutupan toko dan mal, serta penutupan pasar, ”tambah Ganjar, saat ditemui di ruang kerjanya. , Kamis (4/2/2021).

Kemudian, ada juga penutupan destinasi wisata dan pusat rekreasi, pembatasan hajatan dan pernikahan (tanpa mengundang tamu), serta kegiatan lain yang berpotensi menimbulkan keramaian, seperti edukasi, event, dan lain-lain.

Dengan SE, Ganjar mengemukakan, bupati atau walikota memiliki berbagai kebijakan yang bisa diterapkan sesuai kondisi daerahnya masing-masing.

Ia juga menjelaskan, beberapa bupati dan wali kota berkomitmen penuh untuk melakukan gerakan tersebut. Mereka mengatakan akan mencoba menerapkan dua hari pembatasan pada masyarakat.

“Penerapan seperti itu tentu lebih baik. Namun bagi yang tidak menerapkannya saya minta agar benar-benar disiplin menerapkan protokol kesehatan (prokes),” pinta Ganjar.

Oleh karena itu, dia menyerahkan semua keputusan terkait gerakan Jawa Tengah di Home Only kepada kepala daerah masing-masing.

Momentum penataan pasar yang tertib

Dalam kesempatan tersebut, Gubernur berambut putih menegaskan bahwa Gerakan Jateng Hanya Dalam Negeri merupakan momentum yang tepat untuk mengatur pasar di masing-masing daerah.

“Jika pasar sulit diatur, maka tidak akan ada perbaikan yang berkelanjutan. Sebab, selama ini mulai dari pasar, pedagang kaki lima (PKL), dan beberapa tempat lain sulit diatur,” ujarnya.

Ganjar menambahkan, penerapan kebijakan Jateng di dalam negeri sendiri akan berjalan lancar jika pasar bisa diatur.

“Masalahnya sekarang susah dikelola. Masih banyak yang nongkrong, warung sempit, tidak jauh, dan sebagainya,” ucapnya.

Jika memang pasar tradisional tetap beroperasi saat Jateng hanya ada di rumah, Ganjar mengingatkan agar melakukan penataan yang tepat.

“Pasar ditata, disemprot dan pedagang diberi jarak agar tidak keramaian. Kalau perlu pedagang dan pedagang kaki lima dibawa ke jalan agar prokes bisa berjalan, ”imbuhnya.

Seperti diketahui, sejumlah daerah menyatakan akan tetap membuka pasar tradisional selama Gerakan Jateng di Rumah Saja. Pergerakan ini berlaku mulai Sabtu (6/2/2021) – Minggu (7/2/2021).

Daerah yang akan terus membuka pasarnya adalah Banyumas, Kota Semarang dan Sragen.

Ganjar tidak mempermasalahkan daerah yang akan membuka pasar. Namun, pedagang atau pengunjung harus melakukan penyemprotan secara keseluruhan untuk mencegah penularan Covid-19.

“Memang ada yang bilang ke saya akan terus buka (pasar tradisional). Makanya saya minta diatur protokolnya dan jadikan ini momentum untuk penataan pasar,” kata Ganjar. togel online

Sebelumnya, Ganjar telah mencanangkan gerakan Jawa Tengah At Home Only melalui SE Nomor 443.5 / 0001933.

Kebijakan ini berisi tentang peningkatan disiplin dan pengetatan prokes terhadap pelaksanaan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) tahap II di Jawa Tengah.

Tingkatkan disiplin komunitas

Karena itu, Ganjar meminta seluruh masyarakat tinggal di rumah dan tidak berwisata.

Kebijakan ini tidak berlaku bagi orang-orang yang bergerak di sektor esensial seperti kesehatan, bencana, keamanan, energi, komunikasi dan teknologi informasi, keuangan dan perbankan, jelasnya.

Selain itu, sektor lain yang dikemukakan Ganjar meliputi logistik dan kebutuhan pokok masyarakat, hotel, konstruksi, industri strategis, pelayanan dasar, utilitas umum, dan industri yang ditetapkan sebagai objek vital nasional.

Ia juga mengungkapkan, pada hari yang sama dimulainya gerakan, operasi justisi juga akan dilaksanakan serentak di seluruh kabupaten dan kota di Jawa Tengah.

Pelaksanaannya akan dikawal Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP), Tentara Nasional Indonesia (TNI) atau Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri), dan instansi terkait, ”tambah Ganjar.

By adminskit

suratkabarindo merupakan berita akurat , tajam dan terpercaya di indonesia

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *