Evaluasi Pemilu 2019 Diminta Tak Hanya Fokus Pada Jumlah Korban

Suratkabarindo – Koordinator Panitia Pemilihan Indonesia (Tepi) Jerry Sumampouw menilai evaluasi pemilu tidak hanya melihat jumlah korban tewas pada Pemilu 2019. Menurutnya, evaluasi juga harus melihat mitigasi apa yang harus dilakukan agar permasalahan di Pemilu 2019 tidak terulang kembali.

“Jadi evaluasi bukan hanya korbannya saja, tapi pihak penyelenggara mengambil langkah mitigasi apa. Sehingga kompleksitas dan korban ini bisa diminimalisir,” kata Jerry dalam diskusi online, Jumat (19/2/2021).

Jerry menilai sebenarnya Pemilu 2019 tidak jauh berbeda dengan penyelenggaraan Pemilu 2014, tingkat kerumitannya tetap sama meski ada penambahan kotak suara pada Pemilu 2019. Ia mengatakan, penambahan satu kotak suara pada Pemilu 2019 tidak terlalu menambah kompleksitas pemilu.

“Yang mau saya sampaikan, kerumitan 2014 tidak jauh beda. Orang selalu bilang ada empat, di sini empat, tapi yang lima ini (kotak suara) adalah presiden dengan dua calon. Sangat gampang dan gampang,” ujarnya. togel online

“Yang ribet kan legislatif. Makanya, menurut saya, persoalan (soal pemilu) bukan soal kompleksitas tapi sejauh mana langkah mitigasinya,” lanjutnya. Terkait revisi Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2017 tentang Pemilu, Jerry menilai, jika tidak dilaksanakan tahun ini, akan lebih baik jika dijadwalkan dibahas pada 2022.

Jerry menjelaskan, revisi tahun 2022 perlu dilakukan. dilakukan agar DPR dan pemerintah punya lebih banyak waktu untuk mendengarkan. masukan dari berbagai pihak. Sehingga, nantinya UU yang direvisi akan lebih baik terutama dalam hal pemilihan serentak. “Ruang perbincangan dan waktu bicara bisa lebih lama dan kita dapat banyak masukan,” ucapnya.

By adminskit

suratkabarindo merupakan berita akurat , tajam dan terpercaya di indonesia

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *