Djoko Tjandra mengusulkan dirinya menjadi Justice Collaborator

Suratkabarindo – Terdakwa Joko Soegiarto Tjandra alias Djoko Tjandra mengajukan diri sebagai Justice Collaborator (JC) atau kriminal yang bekerjasama dengan penegak hukum.

Djoko Tjandra ingin menjadi JC dalam kasus dugaan korupsi terkait pengelolaan fatwa di Mahkamah Agung (MA) serta kasus dugaan korupsi terkait pencabutan red nota di Interpol atas namanya.

Sebelum pemeriksaan tergugat, Pak Djoko ingin mengajukan sebagai JC, kata kuasa hukum Djoko Tjandra, Krisna Murti, usai persidangan di Pengadilan Tipikor di Jakarta, Kamis (4/2/2021), dikutip dari Suratkabarindo.com. Krisna mengaku kliennya sudah membeberkan aliran dana terkait kasus tersebut.

Selain itu, dalam proses hukum, Djoko Tjandra disebut-sebut telah berusaha bekerja sama dengan penyidik ​​dari Bareskrim Polri dan kejaksaan.

Artinya dari awal Pak Djoko buka-bukaan soal money issue, dia juga sudah menyatakannya di BAP, sekarang di JC nanti, ”ujarnya. Ketua Majelis Hakim Muhammad Damis mengundang tim kuasa hukum untuk mengajukan permohonan JC.

Dalam kasus red notice, Djoko Tjandra didakwa menyuap dua jenderal polisi, yakni Irjen Napoleon Bonaparte dan Brigjen (Pol) Prasetijo Utomo, melalui Tommy Sumardi.

Untuk Napoleon, dia didakwa menerima uang dari Djoko Tjandra sebesar 200.000 dolar Singapura dan 270.000 dolar AS atau Rp 6,1 miliar.

Sementara itu, jaksa mendakwa Prasetijo menerima US $ 150.000 atau sekitar Rp 2,2 miliar dalam kasus ini. Menurut jaksa, dalam berbagai surat yang dikeluarkan atas perintah Napoleon, pihak Imigrasi mencabut nama Djoko Tjandra dari Daftar Buronan (DPO).

Djoko Tjandra yang merupakan terpidana kasus Bank Bali bisa masuk ke Indonesia dan mengajukan PK ke Pengadilan Negeri Jakarta Selatan pada Juni 2020 meski sempat diburu kejaksaan. togel online

Di sisi lain, Djoko Tjandra didakwa menyuap Jaksa Pinangki Sirna Malasari melalui Andi Irfan Jaya sebagai perantara terkait pengurusan fatwa di Mahkamah Agung. Fatwa tersebut sebagai upaya agar Djoko Tjandra kembali ke Indonesia tanpa menjalani hukuman dua tahun penjara dalam kasus korupsi pengalihan hak penagihan (cessie) Bank Bali.

By adminskit

suratkabarindo merupakan berita akurat , tajam dan terpercaya di indonesia

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *